Bupati Kulonprogo Desak PT JMI yang Pegang Penambangan Pasir Besi Segera Beroperasi

Situasi audiensi virtual antara Pemkab Kulonprogo dengan PT. JMI, di Command Room Center, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulonprogo, Senin (20/7 - 2020). Harian Jogja/ Jalu Rahman Dewantara
21 Juli 2020 01:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Bupati Kulonprogo, Sutedjo mendesak PT Jogja Magasa Iron (JMI) selaku pemegang kontrak karya penambangan pasir besi di Kulonprogo untuk segera beroperasi karena sudah bertahun-tahun perusahaan tersebut tidak menunjukkan aktivitas apapun.

"Saya tegaskan bahwa pabrik pengolahan pasir besi ini sudah ditunggu publik, sehingga kami mohon segera diwujudkan," kata Sutedjo, kepada awak media usai mengikuti audiensi virtual dengan jajaran PT JMI di Command Room Center, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulonprogo, Senin (20/7/2020).

Audiensi ini digelar dalam rangka meminta kejelasan JMI yang selama ini belum menunjukkan aktivitas pertambangan meski telah meneken kontrak karya penambangan pasir besi di pesisir Kulonprogo selama 30 tahun terhitung sejak 2008. Smelter atau fasilitas pengolahan hasil tambang yang berfungsi meningkatkan kandungan logam hingga mencapai tingkat yang memenuhi standar sebagai bahan baku produk akhir juga belum dibangun.

Sutedjo menjelaskan, JMI belum beroperasi karena terkendala sejumlah hal. Di antaranya karena ada perubahan kepemilikan perusahaan, perubahan teknologi pengolahan dari yang semula Rotary Hearth Furnace (RHF) ke Blast Furnace dan harus menyesuaikan regulasi pengelolaan hasil tambang sesuai dengan UU Minerba.

"Dulu kan [Awal JMI di Kulonprogo] dimulai sebelum ada UU Minerba. Sekarang ada UU Minerba yang memberi batasan tertentu," ucapnya.

Disinggung soal hasil audensi, Sutedjo menjelaskan, JMI sudah mempresentasikan rencana pembangunan pabrik di Kulonprogo yang prosesnya dilakukan secara bertahap. Tahap pertama, perusahaan ini mengirim contoh konsentrat pasir besi sebanyak 30.000 ton ke perusahaan mitra asal Tiongkok, Rockcheck, untuk diuji kelaikannya.

Hasil uji itu bertujuan untuk menentukan kualifikasi pabrik yang akan dibangun di Kulonprogo. "Dan Sekda [Sekretaris Daerah] tadi sudah menjadwalkan target dari proses sekarang sampai pabrik bisa dibangun," ujarnya.

Sekda Kulonprogo, Astungkara menerangkan sampel konsentrat pasir besi yang dikirim itu merupakan stok milik JMI yang telah digali pada 2013. Namun karena terkendala sejumlah hal seperti yang telah dijelaskan Bupati, baru bisa dikirim tahun ini. Adapun sampel itu kata Astungkara sudah dapat izin dari Kementrian ESDM dan Kementrian Perdagangan.

"Setelah ini nanti ada pembuatan DED [pembangunan pabrik] yang direncanakan sampai akhir Desember hingga awal 2021. Setelah itu ada strategi pemodalan. Kemudian pada 2021 ditargetkan mulai proses pembangunan fisik," jelasnya.