Di Jogja Nakes Screening Mandiri, di Kulonprogo Nakes Diswab Massal

Ilustrasi. - Freepik
24 Juli 2020 07:07 WIB Catur Dwi Janati, Jalu Rahman Dewantara Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Menanggapi peningkatan kasus Covid-19, Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan provinsi untuk membatasi rombongan bus yang masuk ke Jogja. Heroe mengatakan hanya rombongan keluarga atau komunitas yang saling kenal yang diperbolehkan masuk ke Jogja.

Ditambahkan Heroe tujuan pembatasan tersebut agar potensi risiko yang besar bisa dihindari. Oleh karenanya Heroe berharap rombongan besar bus untuk bersabar dulu, karena saat ini pihaknya sedang menguatkan protokol kesehatan di Kota Jogja baik di destinasi maupun di tempat layanan umum.

Heroe mengatakan bahwa penambahan empat kasus di Kota Jogja semuanya terkait relasi dan interaksi perjalanan luar kota. "Jadi ini yang menjadi waspada kita semua terutama masyarakat lebih menguatkan ketaatan pada protokol Covid-19," ucapnya, Kamis (23/7/2020). 

Baca Juga: 17 Tenaga Kesehatan di Bantul Terinfeksi Virus Corona

Lebih lanjut terkait satu orang tenaga kesehatan yang dinyatakan positif (nakes) dengan KTP Jogjakarta, pihaknya mengimbau seluruh tenaga yang ada di lapangan harus lebih berhati-hati menjalankan interaksi dalam memberikan layanan, baik tenaga kesehatan, tenaga lapangan di destinasi dan sebagainya. "Protokol yang bisa jalankan itu sebenarnya yang bisa mencegah sebaran," ujarnya.

Heroe menerangkan sejak bahwa rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Jogja telah melakukan screening mandiri terhadap para nakes yang bertugas. "Saya enggak tahu yang terakhir kapan, tapi semua rumah sakit itu di bulan maret sudah melakukan [screening mandiri] semuanya, apalagi kalau di situ ada kasus tenaga perawat yang terkena itu langsung di screening," terangnya.

Baca Juga: 8 Tenaga Kesehatan di Gunungkidul Terinfeksi Corona

"Saya kira mereka [tenaga kesehatan] screening-nya lebih sering dari pada kita, karena mereka begitu ada sesuatu yang berisiko dia akan melakukan screening, tapi laporan ke kita belum, karena kewenangan masing-masing," terangnya.

Ditambahkan Heroe, di Kota Jogja tidak ada pengelompokan gelombang Covid-19 seperti wilayah lain. "Karena kita kecil [kasusnya] tidak begitu banyak, jadi kalau lonjakan tinggi, kalau itu terjadi serentak berarti memang terjadi sesuatu, tapi kalau hanya kecil-kecil kita tidak bisa anggap sebuah gelombang," jelasnya. Sehingga menurut Heroe karena kasusnya kecil dan tidak banyak jadi pihaknya tidak bisa mengidentifikasi bahwa itu sebagai sebuah gelombang. 

Kondisi Nakes Kulonprogo

Masih seputar tenaga kesehatan, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo menyatakan, sampai Kamis (23/7/2020) belum ditemukan adanya tenaga kesehatan di Kulonprogo yang terpapar Covid-19.

Hal itu berdasarkan hasil test swab massal terhadap para nakes yang digelar Dinas Kesehatan setempat. "Dari rangkaian test swab massal, sebanyak 90% dari 1.717 tenaga kesehatan di Kulonprogo negatif corona. Itu hasil yang sudah keluar, sisanya masih menunggu hasil uji laboratorium," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati, Kamis (23/7/2020).

Baca Juga: Begini Riwayat Tenaga Kesehatan Asal Sleman yang Terinfeksi Corona

Dijelaskan Baning, test swab massal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi tenaga kesehatan yang ada di Kulonprogo. Apabila dari test ini ada nakes yang kedapatan terinfeksi corona, gugus tugas setempat bisa segera melakukan penanganan.

Test massal ini sudah dimulai sejak 8 Juli 2020 dan rencananya masih akan terus dilanjutkan sampai Agustus mendatang.

Selain nakes, test ini juga menyasar komunitas dan kalangan yang dianggap cukup berisiko tertular virus corona, seperti petugas public safety center, tim disinfeksi dan pemakaman, serta wartawan.