66 Destinasi dan UJP di Sleman Ajukan Rekomendasi Wisata

Sejumlah andong wisata mangkal di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (16/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
25 Juli 2020 11:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman mencatat baru 66 Destinasi dan Unit Jasa Pariwisata (UJP) di Sleman yang mengajukan rekomendasi adaptasi kebiasaan baru (AKB). Sebagian besar destinasi belum mengajukan.

Kepala Dispar Sleman Sudarningsih mengatakan instansinya terus melakukan verifikasi uji coba kegiatan kepariwisataan secara terbatas. Tujuan dari verifikasi yang dilakukan, katanya, untuk memastikan protokol kesehatan Covid-19 dengan baik dan benar pada destinasi dan UJP.

"Proses verifikasi dilakukan untuk memastikan protokol kesehatan Covid 19 dilakukan dengan baik dan benar pada destinasi dan UJP. Sehingga penguatan ekonomi di sektor pariwisata tetap berjalan tanpa menimbulkan permasalahan baru," jelas Ningsih, Jumat (24/7/2020).

BACA JUGA : Ini Sejumlah Objek Wisata di Bantul yang Saat Ini Sudah

Dari ribuan destinasi dan UJP di Sleman baru 66 Destinasi dan UJP yang mengajukan verifikasi uji coba. Rinciannya, destinasi sebanyak 16 permohonan, area bermain empat permohonan, hotel dua permohonan, restoran (rumah makan/kafe) empat permohonan, karaoke sembilan permohonan, spa dua permohonan, club malam dua permohonan, MICE dua permohonan, dan angkutan wisata sebanyak 25 permohonan.

"Dari permohonan yang diajukan, dalam dua minggu terakhir, kami sudah melakukan verifikasi sebanyak empat kali. Kami berharap agar destinasi dan UJB yang belum mengajukan segera mengajukan rekomendasi," katanya.

Verifikasi tersebut, lanjut Ningsih, dilakukan oleh tim gabungan baik dari Dispar, Satpol PP, Dinas Kesehatan serta Bagian Perekonomian. Sementara indikator yang diperiksa dalam verifikasi meliputi penyiapan SDM, sarana prasarana dan pelayanan terhadap pengunjung terkait protokol kesehatan Covid 19.

"Secara umum pengelola dan pengusaha harus memiliki komitmen kuat menyiapkan dan melaksanakan protokol kesehatan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan kepada pengunjung," jelasnya.

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Petugas Kewalahan Jaga Tempat 

Menurut Ningsih kekurangsiapan destinasi dan UJB mengajukan rekomendasi salah satunya disebabkan pengetahuan pengusaha dan pengelola untuk menyiapan protokol dan sarana prasarana UKB. "Dari kekurangan yang ditemukan, mereka bersedia melengkapi kekurangan yang dibuktikan dengan surat pernyataan. Satu destinasi dan satu restoran belum dapat rekomendasi karena sarana prasarana UKB kurang," katanya.

MGM Dibuka

Pemkab Seman kembali melakukan simulasi penerapan normal baru di objek wisata Museum Gunungapi Merapi (MGM), Pakem, Jumat (24/7). Simulasi UKB tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo.

Menurut Sri, MGM telah melaksanakan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Selain kewajiban mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan pemeriksaan suhu tubuh, pihak museum juga menyiapkan rute pengunjung selama di dalam museum. "Mereka membuat tanda untuk jaga jarak di lantai, sehingga tidak terjadi kerumunan," jelasnya.

Sri berharap masyarakat dapat menjalankan protokol kesehatan agar kegiatan pariwisata di Sleman berangsur-angsur normal. Pemkab, katanya, tetap memprioritaskan keamanan dengan selalu menjalankan protokol kesehatan. Di masa pandemi ini, katanya, kunjungan wisatawan bisa mencapai 50% saja sudah bagus sekali.

"Dan tentunya ini juga membutuhkan situasi yang aman secara umum. Jika jumlah Covid bertambah terus, walaupun museum dibuka, siapa yang mau datang?," ungkapnya.