Penyuluh KB di Kota Jogja Dibekali Motor Baru

Petugas Penyuluh Keluarga Berencana (KB) mencoba berkendara seusai menerima motor dinas baru di halaman Balai Kota Jogja, Selasa (28/07/2020). Sebanyak 16 petugas penyuluh KB dari 14 Kecamatan berkesempatan menerima kendaraan dinas baru pada tahun anggaran 2020 ini untuk menggantikan motor lama mereka yang sudah digunakan 12 tahun. - Harian Jogja/Desi Suryanto.
29 Juli 2020 07:27 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Penyuluh Keluarga Berencana (KB) menjadi salah satu garda terdepan penyuksesan program KB. Guna membantu mobilitas agar daya jelajah penyuluh makin baik, Pemkot Jogja berikan sepeda motor bagi penyuluh KB.

Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto menjelaskan 16 sepeda motor diberikan kepada penyuluh KB yang ada di lapangan. Tri menyebutkan sepeda motor tersebut diberikan kepada 16 penyuluh yang tersebar di 14 kecamatan di Kota Jogja.

Hasil pengadaan tahun 2020 bersumber dari Dg penyelnggaran DAK senilai Rp382 juta untuk pengadaan 16 sepeda motor bgai 16 penyuluh di 14 kecamatan. Menurut Tri OPD kota jogja telah menyediakan berbagai anggaran untuk mendukung operasional dan program tahun 2019 kita telah dilaksanakan. "Sepeda motor sangat krusial untuk mendukung program KB, untuk meningkatkan kinerja teman-teman di lapangan," jelasnya, Selasa (28/7/2020).

BACA JUGA : Hasto BKKBN: Indonesia Kekurangan Penyuluh KB Banyak

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi yang menyerahkan motor tersebut secara simbolis di depan Grha Pandawa berharap dengan tambahan alat transportasi ini dapat memberikan semangat kepada para penyuluh KB. Diharapkan Heroe fasilitasi ini semakin mempertajam penyuluh KB dalam memilih sasaran yang harus disadarkan.

"Kekurangan masyarakat Jogja adalah bagaiamana para remaja, anak-anak SMP, SMA, juga menjadi sasaran penyadaran kesehatan reproduksi supaya angka pernikahan usia dini bsia dikurangi," terang Heroe.

"Karena biasanya kegagalan KB beraaal dari ketika pernikahan dini banyak terjadi," ujar Heroe.

BACA JUGA : BKKBN Ubah Pola Penyaluran Alat Kontrasepsi

Sehingga dia berharap penyuluh bisa lebih menata sasaran agar lebih tajam dan masyarakat menjadi sejahtera serta mengutamakan anak-anaknya bisa meraih masa depan lebih baik.