Ratusan Hewan Kurban di Sleman Ditemukan Cacing Hati

Ilustrasi pembagian daging hewan kurban. - Harian Jogja/Desi Suryanto
31 Juli 2020 19:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Dari ribuan hewan kurban yang dipotong pada Jumat (31/7/2020), Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman mencatat 184 ekor sapi dan dua ekor kambing terinfeksi fasciola hepatita atau cacing hati.

Kepala DP3 Sleman Heru Saptono mengatakan pada hari pertama pemotongan hewan kurban Dinas menurunkan ratusan petugas untuk memantau kegiatan proses penyembelihan hewan kurban. "Total petugas yang diterjunkan sebanyak 222 personil," katanya kepada Harian Jogja, Jumat (31/7/2020).

Heru menjelaskan, dari 222 petugas tersebut 100 orang petugas berstatus PNS dan 122 petugas lainnya berasal dari kader kesehatan hewan dan dokter hewan. Mereka secara intensif melakukan monitoring di lokasi pemotongan hewan kurban. "Para petugas ini juga memonitor pelaksanaan protokol kesehatan. Misalnya anak-anak dan lansia tidak boleh mendekati area pemotongan," katanya.

BACA JUGA: Tak Ada Rayahan Gunungan Saat Iduladha, Ubarampe Dibagikan seperti Zaman Dahulu

Disinggung soal temuan kasus cacing hati, Heru menjelaskan, dari ribuan ekor sapi dan kambing/domba yang dipotong di hari pertama, ditemukan beberapa sapi dan kambing yang terinfeksi faciola hepatica. "Berdasarkan data kami, dari 3.686 sapi yang akan dipotong pada hari pertama kasus faciola hepatica hanya ditemukan 184 kasus atau lima persen saja. Sementara pada kambing, hanya dua ekor kasus," katanya.

Pelaksanaan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 tetap dilakukan masyarakat saat mengikuti kegiatan solat Iduladha secara berjamaah. Di Masjid Agung Sleman pelaksanan Solat Iduladha diikuti oleh hampir seribu jemaah.