Advertisement
Ratusan Hewan Kurban di Sleman Ditemukan Cacing Hati
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN--Dari ribuan hewan kurban yang dipotong pada Jumat (31/7/2020), Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman mencatat 184 ekor sapi dan dua ekor kambing terinfeksi fasciola hepatita atau cacing hati.
Kepala DP3 Sleman Heru Saptono mengatakan pada hari pertama pemotongan hewan kurban Dinas menurunkan ratusan petugas untuk memantau kegiatan proses penyembelihan hewan kurban. "Total petugas yang diterjunkan sebanyak 222 personil," katanya kepada Harian Jogja, Jumat (31/7/2020).
Advertisement
Heru menjelaskan, dari 222 petugas tersebut 100 orang petugas berstatus PNS dan 122 petugas lainnya berasal dari kader kesehatan hewan dan dokter hewan. Mereka secara intensif melakukan monitoring di lokasi pemotongan hewan kurban. "Para petugas ini juga memonitor pelaksanaan protokol kesehatan. Misalnya anak-anak dan lansia tidak boleh mendekati area pemotongan," katanya.
BACA JUGA: Tak Ada Rayahan Gunungan Saat Iduladha, Ubarampe Dibagikan seperti Zaman Dahulu
Disinggung soal temuan kasus cacing hati, Heru menjelaskan, dari ribuan ekor sapi dan kambing/domba yang dipotong di hari pertama, ditemukan beberapa sapi dan kambing yang terinfeksi faciola hepatica. "Berdasarkan data kami, dari 3.686 sapi yang akan dipotong pada hari pertama kasus faciola hepatica hanya ditemukan 184 kasus atau lima persen saja. Sementara pada kambing, hanya dua ekor kasus," katanya.
Pelaksanaan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 tetap dilakukan masyarakat saat mengikuti kegiatan solat Iduladha secara berjamaah. Di Masjid Agung Sleman pelaksanan Solat Iduladha diikuti oleh hampir seribu jemaah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penjelasan Lengkap UI Terkait Viral Chat Mesum 16 Mahasiswa FH
Advertisement
Dari Banjir Aceh ke Lonjakan Ekspor, Kafe Tanjoe Kopi Eksis di Jogja
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







