Serunya Warga Binaan di BPRSW DIY Gelar Lomba Agustusan, Sejenak Lupakan Kesedihan

Suasana lomba Agustusan di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita DIY di Cokrobedog, Sidoarum, Godean, Sleman pada Selasa (11/8/2020). - Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
12 Agustus 2020 12:07 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita (BPRSW) DIY menggelar lomba antar warga binaan dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75.

Kepala BPRSW DIY, Retno Basundari menuturkan meski ada pandemi, lomba antar penghuni tetap digelar dengan memperhatikan protokol kesehatan. Terlebih, tujuan diselenggarakannya lomba ini ialah untuk menghindarkan rasa gelisah dan depresi pada puluhan warga binaan.

Baca juga: Bantul Pangkas Dana Kegiatan Seni Budaya hingga Rp6 Miliar

"Karena pandemi ini ada beberapa pembatasan kegiatan di balai, jadi kami tetap selenggarakan lomba dalam rangka peringatan kemerdekaan ini supaya mereka bisa gembira dan meningkatkan kebersamaan," kata Riri, sapaannya, ketika ditemui Harianjogja.com pada Rabu (12/8/2020).

Siang itu, puluhan perempuan yang dibina di balai itu membentuk kelompok-kelompok kecil untuk saling bertanding dalam sejumlah lomba, seperti lomba makan donat, memasukkan pulpen ke botol, mengambil koin dari semangka, dan berbagai lomba sejenis lainnya.

Menurut Riri, lomba itu sudah dimulai sejak Senin (10/8/2020) dan masih berlangsung hingga Sabtu (15/8/2020). Lomba itu digelar di kompleks balai yang terletak di Dusun Cokrobedog, Desa Sidoarum, Kecamatan Godean, Sleman.

Baca juga: Selama Pandemi, Penggunaan Danais Prioritas untuk Program Nonfisik

Selama pandemi Covid-19 melanda sejak Maret lalu, aktivitas warga binaan terfokus pada pelatihan keterampilan seperti olah pangan, tata rias, menjahit, dan sebagainya. Sebab, mereka tak bisa pulang ke rumah dan dikunjungi kerabat seperti biasanya.

"Kunjungan bisa tapi kami batasi harus sesuai kesepakatan dengan pekerja sosial, sebab untuk meminimalisir risiko penularan Covid-19," ungkapnya.

Jika tahun lalu warga binaan bisa mengikuti magang dan sertifikasi atas keterampilan mereka, maka niat mereka untuk mengikutinya tahun ini harus ditunda karena pandemi. Untuk membuat warga binaan tak larut dalam kesedihan akan masalahnya, maka kelas keterampilan tetap digelar seperti biasa.

"Lomba agustusan ini kami adakan supaya mereka bisa lupa sejenak dengan masalah mereka," ungkap Riri.

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial BPRSW DIY, Suryatmiati menambahkan di balai tersebut saat ini ada sejumlah 74 perempuan dari berbagai wilayah di DIY yang menjadi warga binaan. Belasan di antaranya tergolong bayi dan balita yang merupakan anak dari warga binaan.

"Bulan depan kami akan tambah penghuni karena ada empat warga binaan yang melahirkan," imbuhnya.