Bantul Pangkas Dana Kegiatan Seni Budaya hingga Rp6 Miliar

Pasukan Bregada Winoto Manggolo saat beratraksi di Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Rabu (21/11/2018) malam. - Istimewa
12 Agustus 2020 10:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Kebudayaan Bantul mengakui selama pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 ini banyak kegiatan di bidang seni dan budaya yang terhenti. Sebab anggaran untuk dua jenis kegiatan tersebut terkena refocusing atau pemangkasan dalam rangka penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Bumi Projotamansari.

Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Nugroho mengatakan ada Rp6 miliar lebih dana kegiatan seni dan budaya di instansinya yang dipangkas. Dana tersebut lebih dari 50% untuk kegiatan-kegiatan yang terkait seni budaya, seperti pertunjukan ketoprak, wayangan, dan atraksi seni lainnya di masyarakat dan di objek wisata.

BACA JUGA : Agenda Budaya 2020 Diluncurkan, Segini Jumlah Kegiatan

“Rata-rata kegiatan seni budaya yang tertunda ini kan digelar menghadirkan banyak orang,” kata Nugroho, Selasa (11/8/2020).

Ia mengatakan dalam waktu dekat ini pihaknya akan berkomunikasi dengan para pelaku seni dan budaya di Bantul untuk mengubah metode pementasan atau pertunjukan yang sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Sebab pandemi Covid-19 ini belum bisa diprediksi kapan berakhir.

Sementara kegiatan seni budaya juga harus jalan. Menurut Nugroho, kegiatan seni budaya tetap bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi (TI). Pementasan, kata dia, memungkinkan bisa dilaksanakan tanpa menghadirkan banyak penonton dan bisa disiarkan dengan bantuan TI. Hal itu sudah dilakukan oleh Forum Komunikasi Ketoprak Bantul (FKKB).

Sepi Job

Pihaknya tengah perjuangkan dalam pembahasan APBD perubahan 2020 ini agar kegiatan seni budaya tetap jalan meski di tengah pandemi.

BACA JUGA : Hibur Masyarakat, Pentas Seni Digelar secara Online

“Kami akan mengubah total semua kegiatan [seni budaya] yang berbeda dengan model dulu. Sekarang adanya pandemi harus menyesuaikan,” ujar Nugroho.

Rizky Rahma Nurwahuni, salah satu pedalang perempuan di Bantul mengatakan selama pandemi ini dirinya sudah tidak mendalang. Padahal ia termasuk perempuan yang sibuk memenuhi undangan mendalang di Bantul maupun luar daerah. Sepinya job mendalang membuat Rizky Rahma beralih kegiatan untuk sementara waktu. Ia bergabung di salah satu lembaga yang konsen dalam pendidikan.

“Terakhir [mendalang] Bulan Januari sebelum pandemi,” kata dia.