Diwisuda Daring, UII Luluskan 14 Arsitek Muda

Ketua Jurusan Arsitektur UII Noor Cholis Idham. - Ist/UII.
14 Agustus 2020 06:57 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Program Studi Profesi Arsitek, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Islam Indonesia (UII) meluluskan sebanyak 14 arsitek profesional yang siap bersaing di kancah global. Para lulusan itu diwisuda secara daring pada Kamis (13/8/2020).

Ketua Jurusan Arsitektur UII Noor Cholis Idham menjelaskan sebanyak 14 mahasiswa yang diwisuda telah menjalani proses pembelajaran selama satu tahun. Mereka menyelesaikan 36 SKS, berupa sembilan mata kuliah baik wajib maupun mata kuliah pilihan. Mata kuliah inti berupa studio profesional perancangan arsitektur bersama para arsitek profesional dilaksanakan di dalam dan luar kampus.

BACA JUGA : Mahasiswa UII Tewas di Kamar Indekos di Gondokusuman

“Dalam prosesnya mahasiswa melakukan praktek merancang bangunan dengan kompleksitas sedang hingga tinggi dan berisiko sedang hingga tinggi berbasis proyek nyata. Rangkaian pembelajaran ini diakhiri dengan seminar desain arsitek, di mana mahasiswa melakukan riset desain dan di publikasikan serta di bawakan dalam forum publik,” terangnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (14/8/2020).

Ia menambahkan pencapaian IP Kumulatif lulusan rata-rata 3,72 dengan angka terendah 3,36 dan tertinggi 3,94. IPK tertinggi diraih pada lulusan atasnama Kartikya Ishlah Utami dengan IPK 3,94. Kini para arsitek muda itu siap bekerja dan magang selama dua tahun menggunakan bekal kompetensinya untuk mencapai jenjang profesional mandiri.

“Lulusan dari Program Studi Profesi Arsitek ini sebanyak 14 mahasiswa terdiri dari 10 wisudawati dan empat wisudawan,” katanya.

BACA JUGA : Mahasiswa Desak Kampus UII Bikin Regulasi Penanganan

Ketua IAI DIY Ahmad Syaifudin Muttaqi mengatakan saat ini tantangan arsitek semakin banyak seiring dengan adanya pandemi corona. Arsitek muda harus mampu beradaptasi dengan cepat pada situasi dan kondisi saat ini. Begitu juga dengan kampus yang memiliki sejumlah tantangan untuk menyiapkan mahasiswa seperti adanya kurikulum K13 hingga kebijakan kampus merdeka.

“Tantangan perubahan zaman ini harus direspons cepat, termasuk perkembangan dunia konstruksi,” katanya.