JNE Jogja Dorong Pelaku UMKM Kembangkan Bisnis

Kepala Cabang JNE Jogja Adi Subagyo (kanan) dan Sekretaris Dekranasda Sleman Prasetyo (kiri) saat talk show online bertemakan "Kepercayaan Publik Dorong Pergerakan Ekonomi dan Sektor Logistik" yang diselenggarakan oleh Harian Jogja bekerja sama dengan Pemkab Sleman dan JNE cabang Jogja di gedung Deskranasda Sleman, Jumat (21/8/2020).-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
21 Agustus 2020 20:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Transaksi penjualan secara online selama pandemi Covid-19 yang mengalami peningkatan direspons positif oleh PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) cabang Jogja.

Oleh karena itu, JNE Jogja melakukan sejumlah inovasi, salah satunya dengan memberikan layanan non tunai atau cashless.

Kepala Cabang JNE Jogja Adi Subagyo mengatakan jika selama pandemi Covid-19 penjualan online mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Bahkan, dikatakannya kenaikan mencapai angka 400 persen.

"Sebenarnya kalau peralihan offline ke online itu kan sudah terjadi lima sampai 10 tahun ke belakang ya. Namun, di masa pandemi Covid-19 ini memang terjadi peningkatan signifikan. Bahkan, ada catatan transaksi online mencapai 100 persen," ujar Adi di sela-sela kegiatan talkshow online yang diselenggarakan oleh Harian Jogja bekerjasama dengan Pemkab Sleman dan JNE cabang Jogja di gedung Deskranasda Sleman, Jumat (21/8/2020).

Strategi bisnis dalam rangka menyikapi fenomena meningkatnya transaksi online tersebut mau tidak mau harus dilakukan JNE Jogja. Pasalnya, transaksi online tersebut nantinya akan membutuhkan jasa pengiriman. Salah satunya adalah layanan yang diberikan oleh JNE Jogja.

"Kalau volume itu bertambah, artinya space yang kami sediakan harus kita tambah juga. Hal tersebut dikarenakan akan ada kiriman yang masuk maupun keluar, tidak hanya dari segi space yang kita berikan secara lebih luas, pemanfaatan teknologi juga terus kami lakukan," ungkapnya.

Upaya peningkatan teknologi salah satunya yang dilakukan oleh JNE Jogja adalah sistem pembayaran secara non-tunai atau cashless. Bukan tanpa alasan, di tengah pandemi Covid-19 pembayaran dengan sistem non-tunai memang direkomendasikan oleh pemerintah maupun Bank Indonesia.

"Kami bekerja sama dengan sejumlah operator pembayaran non tunai atau digital payment misalnya OVO, Gopay, Dana, Linkaja, dan Shopee Pay. JNE Jogja sudah mengadopsi pembayaran secara cashless sebelum jasa pengiriman ekspres lainnya melakukan hal tersebut," terangnya.

JNE Jogja yang juga menjadi jembatan bagi pelaku UMKM untuk menjalankan bisnisnya tidak menutup mata terhadap para pelaku usaha mikro kecil maupun menengah. Adi percaya jika pelaku UMKM harus terus mendapatkan dorongan. Salah satunya adalah dari segi pengantaran logistik ke konsumen.

"Pelaku UMKM bisa melakukan penjualan yang baik karena tentunya urusan logistiknya sudah tertangani dengan baik. Tidak hanya itu, pelaku UMKM juga kami dorong agar bisa skill up. Makanya, JNE Jogja terus berkomitmen untuk membantu teman-teman pelaku UMKM," ungkap Adi.

Di masa pandemi Covid-19, JNE Jogja juga tidak melakukan penutupan layanan. Hal tersebut dikarenakan pertumbuhan ekonomi juga didasarkan kepada kemampuan konsumsi rakyat terhadap sejumlah komoditas.

"Presiden Direktur kami juga menyampaikan bahwa apapun resikonya seperti pengalihan transportasi udara ke transportasi darat maupun laut juga terus kami lakukan. Apapun resikonya. Walaupun akses transportasi belum 100 persen lancar. Misalnya kalau di Bandara YIA itu belum 100 persen penerbangannya," terang Adi.

Sementara itu, Sekretaris Dekranasda Sleman Prasetyo mengatakan jika hadirnya JNE Jogja di tengah-tengah cukup membantu pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. Pasalnya, jasa pengiriman yang dilakukan oleh JNE dapat memangkas waktu pelaku UMKM mulai dari mendapatkan bahan baku sampai dengan menjual produknya.

"Kalau mulai dari hulu ke hilir dipikirkan oleh si pelaku usaha ya berat jadinya, maka kehadiran JNE ini apalagi nanti bisa terbentuk kemitraan tentunya akan mempermudah kerja pelaku UMKM, ke depannya memang diperlukan sinergitas antara pelaku UMKM dan JNE terkait dengan kecepatan dan ketepatan pengiriman barang," tutupnya.