Angka Kebutaan Tinggi, Puluhan Pasien Katarak Difasilitasi Operasi Gratis

Kegiatan bakti sosial operasi katarak dan pterygium pada Minggu (23/8/2020). - Ist/RS Yap.
24 Agustus 2020 09:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Angka kebutaan dan gangguan tajam penglihatan di Indonesia merupakan tertinggi di Asia. Di mana katarak atau kekeruhan lensa mata merupakan penyebab utama kebutaan dengan persentase 77,7%. Untuk menanggulangi masal tersebut Rumah Sakit Mata Dr YAP Yogyakarta menggelar operasi katarak dan pterygium pada Minggu (23/8/2020).

Secara global terdapat sekitar 37 juta orang mengalami masalah kebutaan dengan total 161 juta menderita gangguan penglihatan. Angka kebutaan di Indonesia merupakan tertinggi di Asia, sebanyak 77,7% di antaranya kebutaan disebabkan katarak. Prevalensi kebutaan akibat katarak pada usia 50 tahun ke atas di Indonesia sebesar 1,9%.

BACA JUGA : Waspadai Kebutaan Pada Anak

“Untuk menanggulangi masalah tersebut kami Bersama Lions Club Yogyakarta dan Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial DIY menggelar baksos operasi katarak dan pterygium gratis untuk pasien,” kata Plt Direktur Utama Rumah Sakit Mata Dr YAP Alida Lienawati dalam rilis yang diterima, Minggu (23/8/2020).

Ia menjelaskan katarak adalah proses kekeruhan yang terjadi pada sebagian atau seluruh lensa mata. Penyebabnya beragam, mulai dari faktor usia, trauma, penyakit sistemik seperti diabetes hingga bawaan lahir. Adapun gejala yang dirasakan penderita seperti penglihatan berkabut, silau, jika dilihat dengan bantuan cahaya pada pupil terlihat keruh. Katarak dapat diatasi dengan operasi untuk mengganti lensa yang keruh dengan lensa tanam intraokular.

Sebelum dilakukan operasi, lebih dahulu dilakukan pemeriksaan awal oleh dokter spesialis mata di RS YAP. Pemeriksaan pasien dilakukan selama dua hari berturut-turut dengan sepenuhnya memperhatikan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19.  

“Pasien yang berminat ada 150 orang, kami lakukan pemeriksaan awal, seperti laboratorium, identifikasi pasien secara menyeluruh dan rapid test. Hasilnya jumlah pasien yang dilakukan tindakan operasi sebanyak 42 pasien katarak dan 12 pasien pterygium,” katanya.

BACA JUGA : Indonesia Bakal Dilanda Tsunami Katarak Pada 2030

Ketua Umum Yayasan Dr YAP Prawirohusodo GBPH Prabukusumo yang hadir dalam kegiatan baksos tersebut menyampaikan RS Mata Dr YAP yang menjadi rumah sakit legendaris yang telah memasuki HUT ke-97 tahun. Ia berharap RS YAP terus bisa memberikan layanan terbaik kepada pasien dan menjadi kebanggaan masyarakat.

Selama ini RS YAP telah menjadi referensi dari berbagai daerah karena banyak pasien yang cocok, bahkan menurutnya ada pasien yang kerasan saat di rumah sakit. Gusti Prabu menilai selama 22 tahun ia di Yayasan tersebut, RS YAP mengalami perkembangan yang pesat.

“Untuk mendekatkan ke masyarakat, saat ini juga telah dibangun klinik mata di Magelang Jawa Tengah, semoga akhir tahun bisa beroperasi sehingga pasien dari Jawa Tengah tidak jauh harus ke Jogja,” katanya.