Jangan Asal Bunyikan Klakson, Ini 5 Etika yang Wajib Diketahui
Klakson bukan alat untuk melampiaskan emosi. Simak lima etika membunyikan klakson agar berkendara lebih aman, nyaman, dan tidak memicu konflik.
Unggahan viral terkait halte Kasongan yang jadi warung lesehan. @facebook.
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kecamatan Kasihan dan Dinas Perhubungan Bantul mengaku kecolongan dan siap menertibkan keberadaan pedagang yang nekat mengalihfungsikan Halte Kasongan menjadi warung lesehan.
Sebab, halte tersebut adalah aset Pemkab Bantul dan tidak diperbolehkan alih fungsi menjadi tempat berjualan.
“Halte itu kan aset Pemkab, kok digunakan sebagai tempat berjualan. Kami akan cek, ini jelas-jelas menyalahi aturan. Akan, kami larang,” kata Kepala Dinas Perhubungan Bantul Aris Suharyanta, Rabu (2/9/2020).
BACA JUGA : Sekolah & Kampus di DIY Bakal Terkoneksi Trans Jogja
Aris mengungkapkan, selain mengecek keberadaan Halte Kasongan, pihaknya juga akan melakukan pengawasan intensif terhadap 27 halte bus yang saat ini ada di Bantul. Meski jarang digunakan oleh warga, karena seiring dengan menurunnya penggunaan moda transportasi publik, namun halte bus tidak diperbolehkan dialih fungsikan.
“Kami akan maksimalkan pengawasan. Jangan sampai yang terjadi ini, dilakukan di halte lainnya,” terang Aris.
Hal sama juga diungkapkan oleh Camat Kasihan Slamet Santosa. Slamet mengaku belum mengetahui secara jelas terkait dengan alih fungsi halte Kasongan. Kendati demikian, pengecekan ke lokasi akan dilakukan pihaknya untuk memastikan jika halte tersebut tidak digunakan untuk warung lesehan.
BACA JUGA : Trans Jogja Kembangkan Aplikasi Online untuk Pantau
“Itu tidak boleh. Kami akan cek. Kami peringatkan nanti. Jika ngeyel, kami akan minta Satpol PP dan dinas terkait untuk bertindak,” ungkap Slamet.
Slamet mengungkapkan, jika kini banyak tempat berjualan makanan yang mulai beroperasi di wilayahnya, kendati status tanggap darurat diperpanjang. Oleh karena itu, pihaknya juga akan meminta kepada para pedagang, dan pembeli untuk menerapkan protokol kesehatan. “Kami tidak ingin ada penambahan atau pun ada klaster baru nantinya. Oleh karena itu, kami akan intensifkan pengawasan,” terang Slamet.
BACA JUGA : 28 Bus Mirip Trans Jogja Akan Digratiskan Selama Setahun
Halte Kasongan mendadak viral di media sosial facebook, setelah akun @Harry mengunggah foto Halte Kasongan yang beralih fungsi jadi warung lesehan di grup Facebook Info Cegatan Jogja. Dalam foto tersebut, juga terlihat tikar panjang tergelar dilengkapi dengan empat meja kecil yang di atasnya ada tisu makan. Ada juga dua galon air di samping kiri halte tersebut.
"Alih fungsi ruang publik, halte jadi lesehan," tulis akun itu.
Unggahan dilakukan pada Selasa (1/9) sekira pukul 20.00 WIB itu langsung viral.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Klakson bukan alat untuk melampiaskan emosi. Simak lima etika membunyikan klakson agar berkendara lebih aman, nyaman, dan tidak memicu konflik.
Wisata Labuan Bajo berangsur pulih pascagempa Flores. Sejumlah destinasi kembali menerima wisatawan dengan memperhatikan faktor keselamatan.
Kinerja keselamatan penerbangan Indonesia mencapai 78,85% berdasarkan audit ICAO, melampaui rata-rata global yang berada di angka 70,6%.
Budi Gunadi Sadikin mengungkap alasan maju sebagai calon Dirjen WHO. Ia menyebut pencalonan tersebut merupakan amanah Presiden Prabowo.
Investor di kawasan JJLS Gunungkidul diminta mematuhi perizinan dan menjaga lingkungan setelah Kelok 23 selesai dibangun.
Posko GRIB Jaya di Kebon Jeruk terbakar pada Senin dini hari. Polisi menyebut api diduga berasal dari korsleting listrik.