Begini Kondisi Stok APD di Bantul untuk 3 Bulan Ke Depan..

Alat pelindung diri (APD). - Reuters
02 September 2020 16:47 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul memastikan stok alat perlindungan diri (APD) di Bantul aman hingga tiga bulan ke depan.

Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharja mengatakan, sejauh kebutuhan paling banyak untuk APD di Bantul masih didominasi oleh rumah sakit lapangan Covid-19.

 Meski tidak merinci secara jelas jumlah kebutuhan, namun Dinkes Bantul mencatat kebutuhan APD terbanyak kedua juga ditempati oleh puskesmas dan shelter untuk isolasi pasien positif Covid-19.

BACA JUGA : Pemda DIY Masih Terbuka Menampung Bantuan APD untuk

“Kebutuhan APD untuk puskesmas lebih banyak dalam bentuk masker. Selain itu, juga APD lengkap untuk pengambilan swab dan rapid test,” kata Agus, Rabu (2/9/2020).

Agus mengungkapkan, sejauh ini persediaan APD untuk nakes di Bantul masih aman hingga tiga bulan ke depan. Nantinya, jika ada penambahan pasien yang cukup signifikan, maka Dinkes akan menggunakan APBD Bantul Perubahan 2020 untuk pengadaan APD.

“Kalau sejauh ini APD cukup hingga bulan Desember 2020," tandas Agus.

Menurut Agus, untuk mencegah peningkatan penyebaran Covid-19, saat ini pihaknya mulai melakukan evaluasi penerapan APD dan kebiasaan tenaga kesehatan usai memberikan pelayanan kesehatan. Para nakes ini dilarang untuk langsung bercengkrama dengan teman kantor lainnya.

BACA JUGA : Duh, Rumah Sakit di Sleman Dilanda Krisis Alat Pelindung Diri

“Karena kami tidak ingin klaster baru muncul, sehingga kami meminimalisasi perilaku mereka,” lanjutnya.

Ketersediaan APD yang mencukupi juga diperlihatkan oleh RSUD Panembahan Senopati Bantul. Kepala Humas RSUD Panembahan Senopati Bantul, Siti Rahayuningsing menyatakan jika stok APD masih aman. Di mana, meski setiap harinya ada 20 APD lengkap digunakan oleh nakes, namun sampai saat ini masih ada stok 500 APD lengkap di RSUD.

“Jadi masih aman,” katanya.

BACA JUGA : Jadi RS Pendukung Rujukan Covid-19, Stok APD di RSUD