Kapolresta Jogja, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro Siap Berantas Klithih

Kapolresta Jogja Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro (kanan) dan Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Sudjarwoko (kiri) dalam sertijab di Mapolresta Jogja, Rabu (2/9/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
03 September 2020 06:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Jabatan Kapolresta Jogja kembali mengalami pergantian. Kombes Pol Sudjarwoko yang dulu menjabat sebagai Kapolresta Jogja resmi digantikan oleh Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro pada Rabu (2/9/2020).

Kombes Pol Sudjarwoko nantinya bakal menduduki posisi penting di DKI Jakarta, yakni sebagai Kapolres Metro Jakarta Utara. Sedangkan, posisi Kapolresta Jogja yang saat ini diduduki oleh Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolresta Balerang, Kepulauan Riau.

Baca juga: Viral Parkir di Sekitar Taman Pintar Kelewat Mahal, Ini Tanggapan Dishub Jogja

Penggantian jabatan baru Kapolresta Jogja juga berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor : ST/2248 / VIII/KEP/2020, tanggal 3 Agustus 2020 dan ST/ 2249/VIII/KEP/2020, tanggal 3 Agustus 2020 tentang mutasi jabatan Perwira di lingkungan Polri.

Kapolresta Jogja Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan jika ia senang bisa kembali ke Jogja. Pasalnya, pria kelahiran 9 November 1971 ini lahir di kota Jogja, tepatnya di wilayah kecamatan Wirobrajan, Jogja.

"Saya juga pernah mengabdi sebentar di Polresta Jogja ini walaupun sebentar, kalau soal kenangan ya pasti banyak. Jogja tidak berubah, hanya sekarang saya kan menjadi polisi artinya akan ada penyesuaian, tapi pertemanan dengan siapa saja tetap jalan, ya luwes aja," ungkap Purwadi, di Mapolresta Jogja, Rabu (2/9/2020).

Baca juga: Daftar Negara Paling Inovatif di Dunia pada 2020, Bagaimana dengan Indonesia?

Ketika ditanyakan mengenai aksi klithih yang masih saja terjadi di Jogja, Mantan Kapolres Kutai Barat, Kalimantan Timur ini mengatakan jika ia akan berupaya untuk meminimalisir tindak kejahatan jalanan yang berpotensi menimbulkan korban.

"Klithih itu sudah ada sejak dulu, aksi klithih sekarang itu intinya mencari identitas, semoga kita bisa meminimalisir. Walaupun saya belum mempelajari kasus klithih di Jogja," sambung Purwadi.

Purwadi juga tidak memungkiri jika ada perbedaan yang cukup mencolok antara Balerang, Kepri dan wilayah Kota Jogja. Jika di Balerang, Kepri potensi kerawanan atas hingar bingar politik tidak terlalu tinggi jika dibandingkan oleh wilayah kota Jogja.

"Kalau di sana [Balerang, Kepri] banyak warga yang berjualan, dan mencari sumber penghidupan. Kalau di Jogja ini politik nya kental sekali, sampai menjadi barometer di Indonesia. Artinya, perlu perlakuan khusus jika ada pesta politik," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Sudjarwoko mengatakan jika banyak kenangan yang tersimpan di dalam lubuk hatinya ketika menjabat sebagai Kapolresta Jogja. Jogja menjadi kota impian Sudjarwoko. Oleh karena itu, ia ingin bisa mempunyai kesempatan untuk kembali ke Jogja walaupun sebagai pelancong.

"Saya tidak pernah mendapatkan pengalaman seperti saat saya menjabat sebagai Kapolresta Jogja, saya juga percaya kemampuan di atas rata-rata yang dimiliki Pak Purwadi mampu membuat Polresta Jogja semakin maju dan bisa mengemban tugas sebagai anggota Polri dengan maksimal," tutupnya.