Mahasiswa UPNVY yang Terinfeksi Covid-19 Sempat Ujian Pendadaran di Kampus

Ilustrasi. - Freepik
03 September 2020 21:17 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Seorang mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta (UPNVY) yang terinfeksi Covid-19 sempat mengikuti ujian pendadaran di kampusnya.

Mahasiswa jenjang Pascasarjana tersebut dikonfirmasi positif Covid-19 pada Selasa (1/9/2020). Hal ini diketahui setelah ia menjalani tes usap sebagai syarat perjalanan ke luar negeri.

Ketua Tim Satgas Covid-19 UPNVY, Eko Teguh Paripurno membenarkan kabar tersebut. Meski positif Covid-19, mahasiswa tersebut tergolong tidak menunjukkan gejala atau asimtomatik.

"Dia mau keluar negeri, lalu tes swab, ternyata hasilnya positif. Saya kurang tahu keperluan keluar negeri itu terkait kebutuhan studi atau hal yang lain," kata Eko ketika dikonfirmasi pada Kamis (3/9/2020).

Kendati demikian, Eko belum mendapatkan informasi soal sumber penularan virus yang menimpa mahasiswa tersebut. Pasalnya, ia diketahui tidak bepergian keluar kota dalam waktu dekat. Saat ini, posisi pasien itu diketahui masih berada di wilayah DIY. "Saya juga belum dapat info dirawat di RS mana atau isolasi mandiri," kata Ketua Pusat Studi Manajemen Bencana UPNVY ini.

Setelah mengikuti tes PCR pada Jumat (28/8/2020) lalu, mahasiswa tersebut merasa dirinya sehat dan tidak menunjukkan gejala yang mengarah pada Covid-19 kemudian yang bersangkutan sempat mendaftar ujian pendadaran. Ujian lalu dilaksanakan secara luring di kampus pada Senin (31/8/2020). Rupanya, hasil swab test keluar sehari setelah ia ujian pendadaran dan ia dinyatakan positif Covid-19.

Atas hasil ini, kampus melakukan penelusuran kontak terhadap sejumlah orang yang berinteraksi dengan mahasiswa tersebut selama di kampus. Hasilnya ada enam dosen, dua tenaga kependidikan, dan delapan mahasiswa dinyatakan sebagai orang yang berpotensi tertular virus sehingga oleh karenanya diimbau untuk melakukan isolasi mandiri.

"Rekomendasi dari puskesmas, ada enam dosen dan empat mahasiswa yang perlu diswab. Saat ini hasilnya belum keluar," imbuh Eko.

Eko juga mengklaim ujian pendadaran yang dilaksanakan telah menerapkan protokol kesehatan seperti hanya dihadiri oleh segelintir orang yang berkepentingan, menjaga jarak, serta menggunakan masker. Sehingga proses dekontaminasi dan penelusuran kontak setelah mahasiswa tersebut dinyatakan positif Covid-19 ia sebut sebagai bentuk kehati-hatian kampus.

"Yang tidak terduga adalah ketika ternyata mahasiswa itu membawa virus, asimtomatik. Untungnya diketahui karena mau bepergian, kalau nggak, bisa melebar kemana-mana," ungkap Eko.