KPU Latih Panitia Pemilos 2020 Kulonprogo

Ilustrasi - Freepik
05 September 2020 09:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo memberikan pelatihan kepada panitia Pemilihan Umum OSIS (Pemilos) 2020. Pelatihan yang digelar secara online selama lima hari terhitung sejak 31 Agustus sampai 4 September ini merupakan tahap awal sebelum pelaksanaan pemilos yang digelar bulan ini.

Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kulonprogo, Hidayatut Thoyyibah, mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk melatih kecakapan panitia pemilos agar kegiatan bisa berjalan lancar.  Total peserta pelatihan yang diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Zoom ini sebanyak 300 orang yang dibagi sebanyak lima angkatan.

"Masing-masing sekolah mengirimkan empat orang terdiri dari tiga siswa dan dua guru pendamping. Hasil pelatihan dibagikan kepada panitia pemilos yang lain sehingga pelaksanaan pemilos serentak berjalan lancar," ucap Hidayatut, Jumat (4/9/2020).

Ketua KPU Kulonprogo, Ibah Muthiah, mengatakan pemilos serentak bertujuan untuk mengedukasi para pelajar yang notabene pemilih pemula tentang pentingnya demokrasi, sekaligus meningkatkan partisipasi pemilih pemula pada Pemilu 2024.

Selama ini partisipasi pemilih pemula di Kulonprogo dalam setiap agenda pemilu tergolong masih rendah. KPU Kulonprogo mencatat, pada pemilu 2019 jumlah pemilih pemula baru 13.924 orang dari total Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPThp) sebanyak 334.893 orang, atau baru berkisar 4,18%. "Mereka [pemilih pemula] kami harapkan bisa jadi kader untuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara [KPPS] pada pemilu mendatang," kata Ibah.

Pemilos serentak ini rencananya digelar 20-26 September 2020 dengan melibatkan 53 SMA/SMK, tujuh Madrasah Aliah, dan 15 Madrasah Tsanawiyah baik swasta maupun negeri di Kulonprogo. Pemilos digelar online sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19. Para pemilih memberikan hak suara, salah satunya melalui layanan Google Form. Sistem online juga digunakan dalam kampanye calon ketua OSIS yakni melalui media sosial.