Advertisement

PILKADA SLEMAN: Paslon DWS Tolak Layani Wawancara Doorstop Seusai Pengundian

Abdul Hamied Razak
Kamis, 24 September 2020 - 17:17 WIB
Bhekti Suryani
PILKADA SLEMAN: Paslon DWS Tolak Layani Wawancara Doorstop Seusai Pengundian Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman Danang Wicaksana Sulistya - R. Agus Choliq (DWS-ACH) layani pertanyaan wartawan dengan cara berjalan memerhatikan protokol kesehatan, Kamis (24/9/2020)-Harian Jogja - Abdul Hamid Razak

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN- Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman Danang Wicaksana Sulistya - R. Agus Choliq (DWS-ACH) menolak permintaan sejumlah wartawan untuk wawancara SEusai pengambilan nomor urut Pilkada Sleman 2020.

Pasangan nomor urut 1 yang diusung Gerindra, PKB dan PPP itu langsung meninggalkan Gedung Serbaguna Kabupaten Sleman di Denggung, Sleman, Kamis (24/9/2020). "Maaf teman-teman media, bukan bermaksud tidak sopan, saya hanya berupaya mengikuti kebijakan penerapan protokol Covid saja," kata Danang WS sambil tetap berjalan.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Diikuti oleh pengurus partai pengusung DWS-ACH melayani pertanyaan sejumlah wartawan sambil berjalan menuju Kantor DPC Gerindra Sleman. Mereka hanya menyalami sambil lalu dua paslon lain yang sedang dikerubuti wartawan.

Pada pleno penetapan tersebut, selain didampingi calon wakilnya, ACH, paslon nomor urut 1 tersebut hanya ditemani sebelas orang yang terdiri dari petugas penghubung dan perwakilan partai pengusung sesuai ijin yang diberikan KPU Sleman.

"Intinya DWS-ACH optimistis, targetnya limapuluh persen perolehan suara," ujar DWS singkat.

Tak hanya awak media, DWS yang usai mengikuti pleno penentuan nomor urut menyempatkan diri mampir ke warung lotek di sebelah Taman Denggung juga meminta relawan dan tim pendukungnya untuk taat protokol kesehatan.

BACA JUGA: Dapat Nomor Urut 3 di Pilkada Gunungkidul, Ini Maknanya Menurut BWH

Saat keluar gedung, hanya pasangan DWS-ACH yang tidak mendatangi beberapa simpatisan pendukungnya yang dari pagi sudah terlihat menunggu di luar gedung.

"Saya mohon maaf sekali. Saya tidak berniat menyakiti perasaan teman-teman (simpatisan). Kami hanya tidak ingin membuat kerumunan yang berpotensi menimbulkan klaster baru," sesal DWS.

"Tidak bosan- bosan saya mengingatkan kepada teman- teman relawan dan pendukung, setiap kali membuat kegiatan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Ditaati betul. Nanti kalau bikin acara, jangan lupa selalu menggunakan masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan. Jangan sampai pada pesta demokrasi kali ini kita justru menambah jumlah orang yang terinfeksi Covid-19," ujar DWS.

Disinggung mengenai nomor urut 1 yang diperolehnya bersama ACH dalam Pilkada Sleman 2020, DWS menyatakan hal tersebut adalah sebuah berkah. Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan visinya jika terpilih menjadi bupati Sleman yakni mempersatukan seluruh warga dalam membangun Kabupaten Sleman.

"Satu untuk Sleman. Nyawiji Nyembadani," imbuh DWS.

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman Danang Wicaksana Sulistya - R. Agus Choliq (DWS-ACH) layani pertanyaan wartawan dengan cara berjalan memerhatikan protokol kesehatan, Kamis (24/9/2020)-Harian Jogja/Abdul Hamid Razak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Curhat Mensos Risma Ke DPR, Bansos Rp412 Miliar Diblokir Sri Mulyani

News
| Rabu, 08 Februari 2023, 21:27 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement