Exit Toll di Tempel Dibidik Jadi Kawasan Permukiman

Ilustrasi. - Freepik
24 September 2020 18:57 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Rencana pembangunan trase Tol Jogja-Bawen dan Tol Jogja-Solo yang melintasi Kabupaten Sleman membuat Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Kabupaten Sleman perlu menyesuaikan rencana tata ruang wilayah di kabupaten ini.

Terlebih, di lokasi-lokasi yang rencananya akan dijadikan exit toll ini punya potensi untuk tumbuh, sehingga Dispertaru Sleman lantas membidik rencana pengembangan wilayah baru. Rencana ini juga disesuaikan dengan Perbup Sleman No. 6.1/2019 tentang Pengembangan Kawasan Strategis Cepat Tumbuh (KSCT) Kabupaten Sleman.

Di dalam KSCT sudah diatur perihal kawasan agropolitan, minapolitan dan lainnya. Kendati sudah ada perbup yang mengatur soal KSCT, Kepala Bidang Tata Ruang Dispertaru Sleman, Dwike Wijayanti menerangkan bahwa tidak semua rencana pengembangan di kawasan exit toll dari kedua proyek tol ini tercantum dalam perbup tersebut.

BACA JUGA: Kisah Aiptu Sri Mulyono, Polisi Relawan Pemakaman Covid-19 yang Meninggal karena Corona

"Exit toll di Prambanan [Tol Jogja-Solo] ini kebetulan termasuk KSCT untuk perekonomian, tapi exit tol Jogja-Bawen di Banyurejo tidak termasuk KSCT," kata Dwike pada Kamis (24/9/2020).

Ia melanjutkan untuk exit toll di Banyurejo, Tempel meskipun tidak termasuk dalam KSCT, namun tetap memiliki potensi untuk pengembangan wilayah baru. "Di sana direncanakan untuk pemukiman serta perdagangan dan jasa. Di tata ruang kita sudah akomodasi itu," lanjutnya.

Saat ini, potensi pengembangan wilayah baru di exit toll Banyurejo telah dimasukan dalam draf perencanaan untuk menjadikan wilayah ini menjadi kawasan permukiman, perdagangan, dan jasa. Namun, perdagangan yang ditawarkan juga sesuai kelas yang ada. Dwike menerangkan hal itu misalnya dengan pembangunan pertokoan, bukan mal seperti di wilayah perkotaan.

Saat ini, lahan yang menjadi lokasi rencana pembangunan Tol Jogja-Bawen didominasi oleh daerah pertanian. Dwike memastikan, wilayah yang akan dikembangkan menjadi pemukiman hanya di exit toll, sementara di sepanjang area tol yang masih tergolong kawasan pertanian akan dipertahankan sebagai lahan pertanian.

Ia berharap, di area exit toll yang biasanya menjadi titik perhentian pengguna tol, maka akan muncul area untuk menawarkan beragam produk usaha mikro, kecil, dan menengah milik masyarakat Sleman.