2 Bidang Tanah di Maguwoharjo Kena Proyek Tol Jogja-Solo, Pemdes Masih Fokus Tangani Covid-19

Petugas sedang membuat peta pengukuran area terdampak pembangunan jalan tol di Kadirejo II Purwomartani, Selasa (18/8 - 2020)./Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
26 September 2020 10:57 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Pemerintah Desa (Pemdes) Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Sleman belum melanjutkan proses pembahasan peraturan desa (perdes) tentang pemanfaatan tanah kas desa untuk proyek tol lantaran memilih fokus menangani pandemi Covid-19. Mereka juga belum menerima info lanjutan soal rencana pematokan Tol Jogja-Solo.

Lurah Maguwoharjo, Imindi Kasmiyanta mengatakan ada dua bidang tanah kas desa di Desa Maguwoharjo yang terdampak proyek pembangunan Tol Jogja-Solo. "Ada dua bidang di tepi jalan, kena sedikit," kata Imindi ketika dihubungi wartawan pada Jumat (25/9/2020).

Baca juga: Ayah & Anak Segel Proyek Jalur Kereta Bandara Kulonprogo Gegara Masalah Ganti Rugi

Menurutnya, terkait perdes tentang pemanfaatan tanah kas desa untuk proyek tol, pihaknya masih belum melanjutkan pembahasan karena pemdes masih fokus terhadap penanganan Covid-19 di Maguwoharjo. "Setelah pandemi ini kan pergeseran-pergeseran program banyak. Ini baru difokuskan ke sana," jelasnya.

Terlebih, menurutnya sebulan terakhir dari pihak Tim Persiapan Pengadaan Lahan Tol Jogja-Solo belum melanjutkan tahapan pembangunan trase tol di wilayah Maguwoharjo. Sehingga ia masih menunggu kelanjutan prosesnya.

"Kabarnya pematokan tapi sekarang tidak ada kelanjutannya. Terakhir tahapan sosialisasi, tindak lanjutnya kami menunggu. Kelanjutan bisa tanya ke Dispertaru DIY dan OPD terkait, sudah satu bulan tidak ada progres," ungkap Imindi.

Baca juga: Aktivitas Masih Tinggi, Ini Perkembangan Terbaru Gunung Merapi

Terlebih, alasan pihaknya belum melanjutkan pembahasan perdes lantaran dari pihak tim proyek maupun pemerintah DIY belum ada permohonan perihal penggunaan tanah desa tersebut agar diperuntukkan bagi pembangunan Tol Jogja-Solo. "Perdes ini yang belum bukan hanya Maguwoharjo saja, pasti ada desa lain. Ya, intinya kami menunggu," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Kabupaten Sleman, Muhammad Sugandi mengklaim pihaknya sudah memberikan pendampingan kepada pemdes yang terdampak proyek tol untuk membahas perdes.

Sejauh ini, ia mencatat masih ada tiga desa di Sleman yang belum merampungkannya, yaitu Desa Maguwoharjo di Depok dan Desa Selomartani di Kalasan yang terdampak Tol Jogja-Solo serta Desa Banyurejo di Tempel yang terdampak Tol Jogja-Bawen.

"Kami sudah memberikan masukan. Mungkin kendalanya soal tukar menukar. Desa sering bertanya-tanya, apakah sebaiknya dimasukkan ke perdes," kata Sugandi. Menurutnya sejarah adanya tukar-menukar dan pelepasan hak harus tetap dimasukkan ke dalam perdes.