Wujudkan Jogja Tourism Goes to Digital Ecosystem Melalui Sinergi Pengembangan Pariwisata

Kepala Bank Indonesia (BI) DIY, Hilman Tisnawan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo, dalam kegiatan Sinergi Pengembangan Pariwisata DIY di Hotel Tentrem, Senin (28/9). - Harianjogja/Herlambang Jati Kusumo.
28 September 2020 16:50 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bank Indonesia (BI) DIY bersinergi dengan lintas stakeholders mendorong penggunaan sistem digital dan mengenalkan Pranatan Anyar Plesiran Jogja, guna percepatan pemulihan pariwisata DIY.

Upaya mengenalkan ekosistem digital tersebut dilakukan saat rapat koordinasi Pengembangan Pariwisata dengan mengusung tema Sinergi Pengembangan Pariwisata DIY di Hotel Tentrem, Senin (28/9). Agenda pertama Deklarasi kerjasama Pentahelix Jogja Tourism goes to Digital Ecosystem sebagai upaya gaining commitment stakeholders terkait.

Kedua, Sosialisasi oleh Ditpamobvit Polda DIY untuk sinkronisasi program pencegahan penyebaran Covid-19 dan keamanan destinasi wisata DIY, dan ketiga Launching Aplikasi Pendataan Hotel dan SOP Protokol Kesehatan sektor pariwisata DIY yaitu Pranatan Anyar Plesiran Jogja.

Hasil kolaborasi stakeholders untuk pengembangan digitalisasi, pertama Aplikasi Visiting Jogja yang merupakan aplikasi untuk reservasi tiket secara daring destinasi wisata yang dilengkapi transaksi pembayaran menggunakan QRIS. Selama pandemi Covid-19, kunjungan destinasi pariwisata hanya diperbolehkan maksimal 50% dari total kunjungan normal.

Melalui aplikasi ini, wisatawan dan pengelola daerah wisata dapat mengukur kapasitas kunjungan daerah wisata sesuai dengan batas aman dan melakukan tracking wisatawan sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19. Selain itu, aplikasi ini juga merupakan showcase daerah wisata unggulan DIY, event budaya dan ekonomi kreatif DIY.

Aplikasi berbasis web dan android ini telah dapat diunduh melalui play store. Hasil dari pendataan kunjungan wisata akan menghasilkan dashboard pariwisata DIY yang nantinya akan bermanfaat bagi penyusunan analisa strategi pengembangan pariwisata DIY.

Kedua yaitu Aplikasi Pendataan Hotel, yang dibangun juga dalam rangka upaya tracking pengunjung hotel sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19. Pengunjung dapat langsung mengisi data diri self reporting secara mudah dengan memindai kode QR dan akan terhubung langsung dengan nomor WA pengunjung.

Keuntungan bagi hotel untuk melakukan targeted promotion secara otomatis kepada pengunjung setia hotel. Hasil dari pendataan kunjungan hotel akan melengkapi dashboard pariwisata DIY yang nantinya akan bermanfaat bagi pengambil kebijakan ekonomi daerah.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana mengatakan menyambut baik kerjasama lintas stakeholder. Dia mengibaratkan pariwisata adalah baling-baling pesawat, dimana saat pandemi ini mengalami gangguan. Diharapkan dengan sinergi ini dapat kembali memulihkan kondisi pariwisata dan juga ekonomi. Mendorong pariwisata semakin berkualitas.

Kepala Bank Indonesia (BI) DIY, Hilman Tisnawan mengatakan ekosistem digital adalah suatu keniscayaan. Arahnya membangun pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif. “Sustainability artinya tidak sekarang untuk sekarang, tetapi menjadi industri yang menopang ekonomi berkelanjutan. Inklusif mudah-mudahan melalui digital, tidak lagi wisata hanya dinikmati oleh sekelompok orang, prinsipnya semua dapat menikmati enjoy. Tidak hanya penikmat atau wisatawan tetapi juga pelaku semua kalangan dapat menikmati,” ucap Hilman. 

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengatakan gotong royong sinergitas berbagai pihak menjadi modal penting untuk membangun pariwisata di DIY. Pihaknya juga melakukan pemetaan yang membagi dua hal untuk membangkitkan pariwisata. Pertama pemulihan untuk memperoleh kepercayaan, dan kedua pemulihan pasar. Pihaknya juga mengapresiasi langkah BI DIY yang berperan membangkitkan lagi pariwisata dengan berbagai langkah.

“Dengan digitalisasi ini tidak parsial, benar-benar ekosistem pariwisata semangatnya satu data untuk semua,” ujarnya.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata (GIPI), DIY, Bobby Ardyanto Setyo Ajie mengatakan ekosistem digital ini sangat bermanfaat. “Sangat penting data akan benar-benar terekam dengan baik dengan digital ekosistem. Akan tahu sebenarnya market Jogja dari mana, segmentasinya. Sehingga digital ekosistem ini, industri menyambut baik untuk bertransformasi ke digital,” ucap Bobby.

Sebelum launching ekosistem digital dalam rangka memperingati World Tourism Day 2020 yang jatuh pada Minggu (27/9) juga diadakan Menoreh Amazing Q-Race’ yang dipusatkan di Oemah Kopi Menoreh, Desa Sidoharjo, Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo. Dalam Menoreh Amazing Q-Race anggota GIPI DPD DIY, BI DIY dan Dinas Pariwisata DIY melakukan touring menuju kawasan Bedah Menoreh, untuk experiencing aplikasi Visiting Jogja, transaksi pembayaran QRIS, adaptasi pariwisata kebiasaan baru serta menggali potensi destinasi wisata di kawasan Bedah Menoreh.

Pada kesempatan ini, disampaikan hasil pendampingan program Local Economic Development (LED) Bank Indonesia pada komoditas Kopi Menoreh dan Pariwisata Desa Sidoharjo, serta rencana pengembangan kawasan Menoreh oleh Badan Otoritas Borobudur. Kegiatan akan diakhiri dengan Deklarasi Bersama Pengembangan Pariwisata di Kawasan Bedah Menoreh.