Keren, Pasar Prawirotaman Kini Dilengkapi Lift dan Travelator

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi meninjau Pasar Prawirotaman. - Harian Jogja/ Catur Dwi Janati
30 September 2020 01:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Penataan pasar Prawirotaman memasuki tahap final. Pasca rampungnya gedung baru Pasar Prawirotaman, kini pemerintah merancang beberapa opsi untuk mengembalikan pedagang pasar dari barak penjualan sementara.

Kepala Disperindag Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono menjelaskan bahwa pihaknya telah mematangkan zonasi pedagang pasar pada bulan September. Selanjutnya sosialisasi kepada pedagang pasar akan dilakukan awal Oktober dan pengundian los pedagang pada minggu kedua Oktober. "Relokasi nanti minggu akhir Oktober," terangnya dihubungi pada Selasa (29/9/2020).

Rancangan pembagian zonasi pedagang tiap lantainya memang telah disusun Disperindag Kota Jogja. Dijelaskan Yunianto berdasarkan hasil diskusi dan konsultasi sebelumnya maka rencananya lantai satu akan diperuntukkan bagi los daging, ikan basah, serta beberapa los sembako yang menjual hasil bumi seperti ikan asin, minyak, tempe, dan tahu.

Baca juga: Todongkan Senjata ke Polisi, Pemuda di Jogja Dikenai Wajib Apel

Sayuran dan kebutuhan pokok menempati lantai dua. Yunianto menerangkan bahwa kebutuhan pokok di lantai dua merupakan komoditas yang sifatnya mudah rusak dan tidak tahan lama, termasuk bumbon atau bumbu dapur. Sementara itu lantai tiga akan diisi los pedagang buah-buahan, jajanan, kelontong, pecah belah dan warung makan. "Ini supaya sinkron dengan lantai empat yang mulai dikerjakan untuk ekonomi kreatif," jelasnya.

Ada penyesuaian jumlah los kios pasar yang akan tidak sama seperti sebelumnya. Yunianto telah membagi los yang ada sesuai existing pedagang Pasar Prawirotaman. "Sesuai existing pedagang, 619 pedagang yang ada kita bagi sesuai dengan zonasinya jadi kemarin sudah kita sampaikan bahwa pedagang harus menempati berdagang sesuai dengan kebutuhan yang ada, jadi tidak boleh ngeyel. Perubahan dagangan, alih jenjang untuk bisa dipahami," ujarnya.

Yunianto meminta ada kompromi dari para pedagang, sesuainya zonasinya karena tidak mungkin jualan nantinya di space yang ditentukan. "Karena memang ini pasar diharapkan sesuai zonasi, pasar yang sehat, Green building, sehingga kami minta kesadaran para pedagang untuk bisa bersama-sama kompromi mentaati peraturan yang ada," tegas Yunianto.

Baca juga: Soal Potensi Tsunami Raksasa di Pantai Selatan, Ini Kata Pemda DIY

Selama sosialisasi di Oktober ini, Yunianto akan memaparkan berbagai aspek di Pasar Prawirotaman yang baru termasuk soal perilaku bersih. "Seperti jangan buang sampah sembarangan dan dilarang merokok, tidak hanya sosialisasi soal anda berjualan tetapi sosialisasi tentang perilaku menempat pasar di tempat yang modern tetapi," tutur Yunianto.

Terlebih dijelaskan Yunianto, bahwa di masa pandemi Covid-19 aktivitas jual beli di pasar mengedepankan perilaku sehat sesuai dengan protokol kesehatan.

Pasar Prawirotaman dilengkapi travelator atau marga laju yang datar juga ada lift. Fasilitas tersebut akan memungkinkan pengunjung dapat membawa trolley yang disediakan melalui marga laju. "Lift bisa digunakan untuk mengangkat barang, nanti kita sosialisasi," ujarnya.

Berbagai fasilitas sarana dan prasarana yang meningkat, membuat Pasar Prawirotaman naik dua kelas, dari pasar kelas tiga naik menjadi pasar tipe kelas satu. Hal ini membuat biaya retribusi pasar yang dibayarkan para pedagang akan mengalami kenaikan.

"Iya dong [retribusinya naik], tapi nanti diberlakukan setelah ada perhitungan tidak serta merta, tapi naik tetap itungannya, retribusinya tetap ada kenaikan tapi tetap murah kalau dilihat dari nominalnya," tandasnya.

Selain menjaga kebersihan dan aturan dilarang merokok, aturan baru yang akan berlaku di Pasar Prawirotaman ialah pedagang tidak boleh meninggalkan barang di pasar. "Perlakuan n pedagang harus disiplin termasuk tidak boleh meninggal barang, gambarannya dulu ketika pasar yang lama ada kotak kaya lemari ditinggal, sekarang ada fasilitas di bawah meja, itu ada fasilitas yang terbatas bisa dimanfaatkan," pungkasnya.

Penataan Pasar Prawirotaman ini mendapat tanggapan dari Ketua Paguyuban Pasar Prawirotaman, Paryanto. Dia meminta nantinya antara pedagang dengan dinas dapat dipertemukan. "Antara pedagang dan dinas disinkro kan, istilahnya nanti dipertemukan dulu lokasinya yang mana, sebelumnya penempatannya dimana, untuk kepuasan pedagang," tuturnya.

Berlainan denah aturan yang ditetapkan, Paryanto mengatakan pedagang justru akan senang kalau bisa membawa almari sendiri. Kalau istilahnya pedagang menerima apa adanya yang telah tersedia mungkin barang dagangannya tidak bisa disimpan," tambahnya.

Paryanto juga menilai bahwa kios-kios di Pasar Prawirotaman baru terlalu sempit dan kurang sinar matahari. "Kios-kios terlalu sempit, tidak ada istilahnya ruang sinar masuk atau ventilasi, jadinya malah repot repot, mau jualan dagangan yang diluar atau orang nya yang menunggu di luar, padahal pembeli itu kan senengnya kalau bisa memilih dagangan, kalau pembelinya masuk pedagangnya di luar, menurut saya pembuatan kios belum maksimal," ungkapnya.

Soal pengundian nomor kios, Paryanto merasa pihak dinas yang lebih tahu soal mekanismenya. Namun dia mencatat banyak pedagang alih jenjang yang banyak lari ke daging sapi, daging ayam dan Ikan basah. "Kapasitas tempat daging sapi atau daging ayam itu katanya kurang, yang misalnya kemaren orang jualan sayuran, kemudian dianya gak jualan daging ayam itu harusnya tidak boleh masuk ke jualan daging ayam, kalau pedagangnya tidak jualan daging ya dialihkan saja ke tempat yang lain," pungkasnya.