Masuk Musim Pancaroba, Kampung Tangguh Bencana Diminta Siaga

Hujan lebat dan angin kencang di Kota Jogja. - Harian Jogja/Nina Atmasari
06 Oktober 2020 23:07 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Memasuki musim pancaroba warga mulai melakukan berbagai tindakan pencegahan untuk meminimalisir berbagai kondisi yang tidak diinginkan. Tidak hanya warga, BPBD Kota Jogja pun tengah bersiap melakukan beragam persiapan menghadapi musik pancaroba.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Iswari Mahendrarko menyampaikan jika kesiapsiagaan menghadapi bencana pada musim hujan ini dilakukan BPBD Kota Jogja maupun di tingkat wilayah kampung-kampung. Salah satu upaya yang tengah disusun yakni menyiapkan Pusdalops BPBD Kota Jogja untuk memantau kondisi situasi pada saat hujan turun.

"Personil TRC BPBD Kota Jogja selalu siap 24 jam untuk mengantisipasi kejadian bencana sewaktu-waktu," terangnya pada Selasa (6/10/2020).

Tindakan antisipasi menghadapi musim saat ini yang dilakukan BPBD Kota Jogja siap yakni melakukan monitoring secara berkala dan perawatan alat peringatan dini (Early Warning System) agar siap berfungsi saat hendak digunakan. "BPBD Kota Jogja jiah meningkatkan komunikasi dengan Kampung Tangguh Bencana (KTB) untuk memonitoring kondisi dimasing-masing wilayah terutama pada saat musim hujan," tandasnya.

Baca Juga: Pilkada Gunungkidul: Alat Kampanye Dirusak, Tim Immawan-Martanty Lapor ke Bawaslu

Imbauan disampaikan Iswari kepada Kecamatan dan Kelurahan untuk kembali mengingatkan warga masyarakat diwilayahnya baik melalui pengurus KTB dan Kelurahan Tangguh Bencana (KALTANA) untuk melaksanakan kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir, angin putting beliung hingga tanah longsor yang hadir pada musim penghujan.

"Menyiapkan peralatan-peralatan yang dimiliki KTB dalam rangka penanganan bencana seperti kendaraan roda tiga, chainsaw, pompa, genset dan lainnya agar dapat berfungsi pada saat digunakan," terangnya.

Tidak hanya itu, Iswari yang mengimbau warga memperbaiki jalur evakuasi dan titik kumpul di masing-masing kampung. Selain itu edukasi kepada masyarakat khususnya warga pinggiran sungai rawan banjir harus digencarkan agar selalu waspada saat hujan turun. Intensitas kegiatan pelaporan perkembangan cuaca di wilayah pun harus ditingkatkan (Net Control) oleh KTB ke Pusdalops BPBD Kota Jogja yang setiap saat memperbaharui perkembangan informasi dari BMKG baik melalui media sosial mauupun langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

"Di musim penghujan yang patut diwaspadai adalah bencana banjir, angin putting beliung dan tanah longsor, KTB di Kota Jogja telah dibentuk sejumlah 115 Kampung Tangguh Bencana yang berada di 111 kampung," sebut Iswari.

Baca Juga: Hadirkan Kerumunan, Kegiatan Layang-Layang di Kulonprogo Dibubarkan

Jumlah KTB terbilang banyak dari jumlah total kampung di Jogja yang 169 kampung. Sejauh ini EWS telah terpasang di 16 titik yaitu tujuh buah di pinggir lan Sungai Code, empat buah di Sungai Winongo dan lima buah di Sungai Gajahwong.

Peran Aktif

Lebih lanjut Iswari menyampaikan bagi kampung yang belum dibentuk pengurus KTB diharapkan pengurus kampung bersama pengurus Kaltana maupun staf Kelurahan dapat berperan aktif dalam kesiapsiagaan masyarakatnya menghadapi bencana. "Untuk kampung-kampung yang berada di kawasan rawan bencana di pinggiran sungai sebagian besar sudah dibentuk KTB dan telah menyiapkan jalur evakuasi dan titik kumpul sementara apabila terjadi bencana banjir," tuturnya.

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Sleman, Etik Setyaningrum mengatakan bahwa saat ini DIY kasus periode masa peralihan atau pancaroba. Adapun masa pancaroba ialah cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. Cuaca ekstrem tersebut dapat terjadi di siang hingga sore hari. Etik mengimbau kepada warga terhadap potensi genangan banjir maupun longsor.

"Kota Jogja masuk musim hujan di pertengahan Oktober atau dasarian dua Oktober," pungkasnya.