Forbes Rilis 20 Jurusan Paling Fleksibel, Ada Jurusanmu?
Forbes rilis 20 jurusan kuliah dengan peluang kerja terluas 2026. Dari administrasi bisnis hingga kesehatan masyarakat, cek daftar lengkap dan prospek karinya d
Gentong raksasa di depan jalan masuk desa di Dusun Jodog, Gilangharjo, Pandak, Bantul, Selasa (6/10/2020)./Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL—Cara unik dilakukan warga Jodog, Gilangharjo, Pandak, Bantul, untuk meminimalkan penularan Covid-19. Salah satunya adalah dengan melakukan gerakan yang dinamai gentongisasi agar warga bisa dengan mudah mencuci tangan menggunakan sabun.
Kepala Dusun Jodog, Gilangharjo, Pandak, Bayu Yunarto, mengatakan gerakan ini diinisiasi oleh warga yang ingin meminimalkan penularan Covid-19 di wilayahnya.
Selain itu, gerakan ini juga menjadi upaya mengembalikan budaya lama. Pada zaman dahulu, gentong selalu diletakkan di setiap depan rumah.
BACA JUGA: Kasus Covid-19 di Malang Menurun karena Warga Tertib Pakai Masker
Gentong itu berfungsi sebagai wadah air yang kemudian digunakan oleh orang yang akan masuk ke rumah untuk mencuci tangan.
“Tradisi ini kan sudah lama. Kami coba hidupkan kembali. Saat ini sudah ada sebanyak 154 gentong yang tersebar di 6 RT di wilayah kami,” katanya, Selasa (6/10/2020).
Tidak hanya memasang gentong di 154 rumah. Warga setempat juga memasang gentong raksasa di depan jalan masuk desa. Gentong raksasa berukuran 3x4 meter itu sebagai upaya untuk mengingatkan warga untuk cuci tangan, sebagai upaya menekan penularan Covid-19.
BACA JUGA: Tak Punya Uang, Ibu Rumah Tangga di Sleman Curi Ponsel untuk Beli Susu
“Kami juga terus mengimbau warga untuk menerapkan 3 M yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dan menjaga jarak,” kata dia.
Kepala Desa Gilangharjo, Pandak, Bantul, Pardiyono, mengapresiasi gerakan ini.
“Harapannya gerakan ini bisa ditiru oleh daerah lainnya.”
Pardiyono mengungkapkan pemerintah desa juga terus mendorong warga lainnya untuk memasang gentong dan memaksimalkan gerakan gentongisasi. Di Dusun Jodog ada total 500 rumah dan baru 154 yang telah melakukan gerakan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Forbes rilis 20 jurusan kuliah dengan peluang kerja terluas 2026. Dari administrasi bisnis hingga kesehatan masyarakat, cek daftar lengkap dan prospek karinya d
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.