Warga Desa di Bantul Pasang Gentong Raksasa untuk Tangkal Covid-19

Gentong raksasa di depan jalan masuk desa di Dusun Jodog, Gilangharjo, Pandak, Bantul, Selasa (6/10/2020). - Harian Jogja/Jumali
06 Oktober 2020 14:17 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Cara unik dilakukan warga Jodog, Gilangharjo, Pandak, Bantul, untuk meminimalkan penularan Covid-19. Salah satunya adalah dengan melakukan gerakan yang dinamai gentongisasi agar warga bisa dengan mudah mencuci tangan menggunakan sabun.

Kepala Dusun Jodog, Gilangharjo, Pandak, Bayu Yunarto, mengatakan gerakan ini diinisiasi oleh warga yang ingin meminimalkan penularan Covid-19 di wilayahnya.

Selain itu, gerakan ini juga menjadi upaya mengembalikan budaya lama. Pada zaman dahulu, gentong selalu diletakkan di setiap depan rumah.

BACA JUGA: Kasus Covid-19 di Malang Menurun karena Warga Tertib Pakai Masker

Gentong itu berfungsi sebagai wadah air yang kemudian digunakan oleh orang yang akan masuk ke rumah untuk mencuci tangan.

“Tradisi ini kan sudah lama. Kami coba hidupkan kembali. Saat ini sudah ada sebanyak 154 gentong yang tersebar di 6 RT di wilayah kami,” katanya, Selasa (6/10/2020).

Tidak hanya memasang gentong di 154 rumah. Warga setempat juga memasang gentong raksasa di depan jalan masuk desa. Gentong raksasa berukuran 3x4 meter itu sebagai upaya untuk mengingatkan warga untuk cuci tangan, sebagai upaya menekan penularan Covid-19.

BACA JUGA: Tak Punya Uang, Ibu Rumah Tangga di Sleman Curi Ponsel untuk Beli Susu

“Kami juga terus mengimbau warga untuk menerapkan 3 M yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dan menjaga jarak,” kata dia.

Kepala Desa Gilangharjo, Pandak, Bantul, Pardiyono, mengapresiasi gerakan ini.

“Harapannya gerakan ini bisa ditiru oleh daerah lainnya.”

Pardiyono mengungkapkan pemerintah desa juga terus mendorong warga lainnya untuk memasang gentong dan memaksimalkan gerakan gentongisasi. Di Dusun Jodog ada total 500 rumah dan baru 154 yang telah melakukan gerakan ini.