Tekan Kemiskinan, Pemkab Bantul Fokus Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal dan UMKM

Ilustrasi kemiskinan. - JIBI
07 Oktober 2020 01:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bantul terus berupaya menekan angka kemiskinan di wilayahnya sebagai dampak pandemi Covid-19. Salah satu caranya adalah dengan memberdayakan tenaga kerja lokal dan UMKM di Bumi Projotamansari.

Pjs Bupati Bantul Budi Wibowo mengatakan saat ini angka kemiskinan di wilayahnya mencapai angka 12,92%. Jumlah itu awalnya diperkirakan bisa turun 0,6% hingga 0,7%. Namun karena adanya pandemi Covid-19, maka besaran penurunan angka kemiskinan tidak bisa mencapai angka tersebut.

“Tentunya angkanya dibawah 0,6 hingga 0,7. Angka penurunan itu acuannya dalam kondisi normal,” katanya, Selasa (6/10/2020).

Padahal target nasional, lanjut Budi penurunan angka kemiskinan ditarget mencapai di bawah 9,4%. Oleh karena itu, Pemkab saat ini berupaya mendorong 49.000 UMKM di Bantul untuk memberdayakan tenaga kerja lokal. Tujuannya, agar perekonomian meningkat dan mampu menekan angka kemiskinan di Bantul.

“Prakiraan kami pertumbuhan ekonominya nanti bisa mencapai tiga persen,” harapnya.

Sekda Bantul Helmi Jamharis mengatakan, persoalan kemiskinan sejauh ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab. Sebab, target menekan angka kemiskinan menjadi 10,86 pada 2019 lalu, gagal terealisasi. Sebab realisasi penekanan kemiskinan hanya mampu di angka 12,92%.

“Untuk itu, kami coba dorong ekonomi lokal yang ada melalui UMKM dan program padat karya,” ucapnya.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul Istirul Widilastuti mengatakan, program padat karya untuk 130 lokasi dengan anggaran Rp13 miliar telah dianggarkan pada APBD Perubahan 2020 dan mulai direalisasikan mulai November.

salah satu tujuan dari dilanjutkannya program karya, lanjut dia, adalah untuk membuka lapangan kerja bagi keluarga miskin. Selain itu, program ini diharapkan bisa menggerakkan perekonomian warga sekitar.

“Sebab, tidak hanya akan berdampak kepada warga, tetapi juga menggerakkan perekonomian warga di sekitar lokasi,” ucapnya.