Porak-poranda, Begini Kondisi Gedung DPRD DIY Usai Pecah Bentrok di Malioboro

Kondisi Gedung DPRD DIY seusai demonstrasi pada Kamis (8/10/2020)-Harian Jogja - Gigih M Hanafi
08 Oktober 2020 21:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Gedung DPRD DIY porak-poranda usai aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh massa aksi pemrotes UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10/2020).

Pantauan Harianjogja.com, Kaca gedung DPRD DIY yang berada di sebelah utara banyak yang pecah. Sejumlah coretan juga terdapat tepat di depan ruang sidang paripurna I DPRD DIY. Alhasil, gedung DPRD DIY bakal ditutup sementara.

Sektretaris Dewan DPRD DIY Haryanta mengatakan jika pihaknya telah mendata kerusakan yang terjadi di gedung DPRD DIY masih dilakukan oleh pihaknya.

"Coret-coretan di dinding dan juga beberapa unit sepeda motor hingga mobil mengalami kerusakan. Kebanyakan kerusakan fisik ya, sisi utara itu kaca semua pecah dan juga pipa saluran air," ujar Haryanta, saat dikonfirmasi pada Kamis (8/10/2020).

Lebih lanjut, kerusakan yang melanda gedung DPRD DIY sendiri juga mengenai pos keamanan dewan. Lampu taman milik gedung dewan juga ikut pecah. Kaca mading masjid dewan tak luput terkena dampaknya hingga ikut pecah. Pagar pintu masuk maupun keluar dewan juga terkena dampaknya.

"Berdasarkan perkiraan kami, kerugian yang ditaksir hingga ratusan juta rupiah. Kami kan perlu perbaikan lagi hingga cat ulang," sambung Haryanta.

BACA JUGA: Demo Ricuh, Malioboro Trending Topic di Twitter

Sementara itu, Kapolresta Jogja Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan jika dalam aksi yang berujung ricuh di gedung DPRD DIY, pihaknya menurunkan sebanyak 900 personel yang terdiri dari polisi maupun TNI.

"Total hampir 900 orang personel baik dari polisi maupun TNI yang ikut mengamankan aksi unjuk rasa. Tapi, situasi njenengan lihat sendiri seperti apa. Kita sudah berupaya persuasif malah ngrusak. Kita tidak tahu tujuannya apa," ujar Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro saat dikonfirmasi di depan gedung dewan pada Kamis (8/10/2020).

Polisi, lanjut Wahyu, sudah berupaya untuk mengajak massa aksi berkomunikasi. Tidak hanya itu, upaya komunikasi juga sempat dilakukan oleh Wakil DPRD DIY Huda Tri Yudiana. Bahkan, anggota TNI dari Batalyon Infanteri 403. Namun, upaya tersebut nampaknya tidak berdampak signifikan.