8 Mahasiswa UAD Terluka dalam Insiden Demo Ricuh di Gedung DPRD DIY

Demonstrasi ricuh di halaman Gedung DPRD DIY, Kamis (8/10/2020). - Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo.
09 Oktober 2020 11:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pihaknya Kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan pendataan terhadap mahasiswa yang mengikuti demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja di Gedung DPRD DIY yang berujung ricuh, Kamis (9/10/2020). UAD memastikan ada delapan mahasiswanya yang terluka dalam insiden tersebut, selain itu pihak kampus masih melakukan pendataan terkait mahasiswa yang diamankan kepolisian.

Kabid Humas dan Protokol UAD Ariadi Nugraha menjelaskan berdasarkan pendataannya ada delapan mahasiswa UAD yang mengalami luka-luka setelah mengikuti demonstrasi menolak UU Cipta Kerja. Terdiri atas enam mahasiswa dirawat di RS PKU, satu mahasiswa di AMC dan satu mahasiswa dirawat di RS Bethesda.

BACA JUGA : Demo di DPRD DIY Ricuh, Sultan: Tindakan Anarkis Bukan 

“Ada delapan mahasiswa yang mengalami luka-luka dan dirawat di tiga rumah sakit. enam mahasiswa di antaranya dirawat di RS PKU Muhammadiyah, satu mahasiswa di Klinik Utama Asri Medical Center, dan satu mahasiswa di RS Bethesda. Kedelapan mahasiswa tersebut sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan,” katanya dalam keterangan tertulisnya Jumat (9/10/2020).

Ariadi menambahkan terkait adanya mahasiswa UAD yang ditangkap kepolisian, pihaknya masih melakukan konfirmasi dan pendataan. Selain itu UAD juga melakukan pendampingan kepada mahasiswa yang diamankan kepolisian. Terkait beredarnya poster di medsos berisi dua nama mahasiswa UAD yang yang hilang pihak UAD masih melakukan konfirmasi lebih lanjut.

BACA JUGA : Demo di DPRD DIY Ricuh, Sultan: Tindakan Anarkis Bukan 

“Sedangkan mahasiswa UAD yang ada di kepolisian sampai rilis ini dibuat, masih dilakukan pendataan dan advokasi oleh WR Bidang Kemahasiswaan dan Alumni serta  Pusat Konsultasi Bantuan Hukum [PKBH] UAD. Perkembangan lebih lanjut akan kami informasikan selanjutnya,” ujarnya.