Kapasitas Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di Kulonprogo Masih Tersedia

Ilustrasi. - Freepik
12 Oktober 2020 06:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Dua rumah sakit rujukan di Kulonprogo yaitu RSUD Wates dan RSUD Nyi Ageng Serang, Sentolo serta rumah singgah teratai (RST) di Kompleks RSUD Wates untuk saat ini masih bisa menampung pasien baru Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati mengatakan di RSUD Wates dari kapasitas 16 ruangan, masih tersisa empat yang kosong. Sementara untuk RSUD NAS, terisi dua dari total empat kamar.

"Sedangkan untuk RST terisi 20 dari total 30 ruangan. Artinya masih ada tempat untuk pasien lagi," kata Baning kepada awak media Minggu (11/10/2020).

BACA JUGA : Ini Data Terbaru Ketersediaan Kamar Isolasi Pasien Covid-19

Kulonprogo sebelumnya sempat diterpa persoalan tentang keterbatasan ruang isolasi. Di sisi lain jumlah penderita Covid-19 terus bertambah. Menyiasati hal itu, gugus tugas setempat menambah ruangan baru di lantai dua RST sehingga kini memiliki total kapasitas 30 kamar.

Di samping itu juga memberlakukan kebijakan isolasi mandiri bagi penderita tanpa gejala. Sedangkan untuk penderita yang menunjukkan sakit tetap dirawat di rumah sakit rujukan dan RST.

Merujuk data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, total penderita Covid-19 yang masih dalam perawatan sampai dengan saat ini mencapai 59 orang. Dari jumlah itu, 42 di antaranya menjalani isolasi di rumah. Sisanya yaitu 17 orang dirawat di rumah sakit rujukan dan RST.

Sebagai catatan, tidak semua pasien dirawat di rumah sakit di Kulonprogo. Adapula yang menjalani perawatan di rumah sakit lain di wilayah DIY, seperti PKU Muhammadiyah Bantul dan RS Sardjito, Sleman.

BACA JUGA : Ini Data Ketersediaan Ruang Isolasi Pasien Corona di Bantul 

Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami, mengatakan kebijakan penanganan penderita Covid-19 di Bumi Menoreh saat ini dibagi menjadi tiga, yakni perawatan di rumah sakit rujukan, perawatan di RST, dan isolasi mandiri di rumah. Untuk pelaksanaan isolasi mandiri diawasi langsung oleh Dinkes dibantu satgas Covid-19 tingkat kalurahan.

Lebih lanjut ia menjelaskan rumah sakit rujukan ditunjukkan bagi penderita yang sudah terkonfirmasi positif dengan gejala sedang ataupun berat. Untuk RST dikhususkan kepada pasien dengan kondisi tidak ada gejala sampai dengan ringan, karena di sana tidak ada pelayanan medis seperti halnya di rumah sakit rujukan.

"Sementara untuk isolasi rumah dilaksanakan di bawah pantauan kami, hal ini juga dipertimbangkaan dengan lokasi yang sudah memenuhi syarat untuk menjalani isolasi mandiri, seperti misalnya memiliki dua kamar mandi terpisah dan kamar sendiri yang tidak gabung dengan anggota keluarga lain," ujar Budi.