Jogja Akan Menjadi Pusat Persiapan SDM Digital

Sri Sultan HB X. - Ist/Diskominfo DIY
16 Oktober 2020 19:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Dinilai memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan fasilitas yang mendukung, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Pemda DIY akan menjadikan DIY sebagai salah satu pusat persiapan SDM digital.

Menteri Kominfo, Johny G. Plate, menuturkan pihaknya telah menyiapkan program jangka panjang dan jangka pendek untuk persiapan ini. “Kami diskusikan pengembangan lanjutan MMTC atau Sekolah Tinggi Multi Media Kominfo di Jogja,” ujarnya saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur DIY, Jumat (16/10).

Ia mengatakan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, sangat mendukung rencana ini, dengan mengajak memanfaatkan fasilitas Pemda DIY untuk membantu kelancaran mempersiapkan talenta digital Indonesia khususnya di jogja.

Di DIY kata dia, saat ini masih terdapat sebanyak 41 titik desa atau kelurahan yang belum mendapat akses sinyal 4G. padahal, akses internet ini sangat diperlukan untuk kegiatan pembelajaran online. Untuk itu pihaknya akan segera menindaklanjuti persoalan ini.

Pemenuhan sinyal 4G ini merupakan bagian dari program jangka panjang Kominfo, yang selain DIY juga akan memasang jaringan internet di 12.500 kelurahan dan desa yang selama ini belum terhubung internet.

BACA JUGA: Pasca Ambles, Drainase di Selokan Mataram Akan Diperbaiki Total

“9.100 titik di wilayah 3T [terdepan, terpencil, tertinggal] yang pembangunannya dilakukan oleh Kominfo melalui BLU [Badan Layanan Umum] Bakti Kominfo. Sisanya 3.400 titik menjadi wilayah kerja perusahaan seluler, kepada saya sudah disampaikan komitmen mereka untuk menyediakan sinyal 4G,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut pihaknya juga membahas soal digitalisasi aksara jawa. Hal ini menurutnya penting agar semua yang ada di prasasti tinggalan budaya tinggi dan leluhur kita bisa dipahami, dimengerti dan dilestarikan generasi saat ini dan masa depan. “Digitalisasi aksara jawa sedang berproses, kami harap desember ini sudah dapat ketetapannya,” kata dia.

Sri Sultan HB X, berharap dengan digitalisasi ini jangan sampai bahasa ibu dengan Bahasa Indonesia karena tidak ada masyarakat tidak menggunakan lagi. “Kita ingin menjaga aksara ini tetap dipahami oleh masyarakatnya. Tidak hanya Jawa, tapi juga bahasa ibu dari provinsi lain juga ada,” ujarnya.