Pandemi Covid-19 Pengaruhi Minat Warga Bantul Donorkan Darah

Warga mengisi formulir sebelum mendonorkan darahnya di kantor PMI Bantul, Selasa (20/10/2020). - Harian Jogja/Jumali
20 Oktober 2020 16:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pandemi Covid-19 memengaruhi jumlah pendonor darah secara sukarela di Bantul. Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul mencatat tingkat efisiensi pendonor darah sukarela menurun.

“Pasokan donor darah sukarela dan rutin memang mengalami penurunan selama pandemi. Meski demikian jumlah kantong tetap seimbang dengan permintaan, karena banyak donor yang berasal dari keluarga pasien,” kata Teknisi Unit Transfusi Darah PMI Bantul, Novia Wulandari, Selasa (20/10/2020).

Menurut Novi, setiap bulan pihaknya membutuhkan sedikitnya 800 kantong darah. Selama pandemi, kebutuhan tersebut masih mengandalkan kepada keluarga pasien.

BACA JUGA: Lahan Tol Jogja-Solo Sudah Diukur, Warga Masih Kebingungan

Di sisi lain, kegiatan PMI untuk jemput bola kepada pendonor selama pandemi mengalami kendala. Sebab, dari 20 kali kegiatan yang biasanya dilakukan di kondisi normal, saat ini hanya bisa dilakukan empat kali selama.

PMI sulit mengandalkan pendonor yang mau datang ke kantor PMI karena sebagian besar calon pendonor khawatir mendonorkan darahnya selama pandemi. PMI menegaskan warga tidak perlu khawatir untuk mendonorkan darah.

“Semua pelayanan tetap menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Petugsa menggunakan APD, ada tempat cuci tangan dan menggunakan masker. Jadi warga jangan takut donor,” kata dia.

Kepala Humas RSUD Panembahan Senopati Bantul, Siti Rahayuningsih, mengaku  koordinasi terus dilakukan jawatannya bersama dengan  PMI Bantul dan Kota Jogja terkait stok darah.

“Sejauh ini tidak ada kendala terkait stok darah untuk pasien yang berada di rumah sakit,” ucapnya.