Nelayan Pantai Drini Panen Ikan Layur, Penjualan ke Cilacap

Dua nelayan di Pantai Ngandong, Desa Tepus, Kecamatan Tepus, merapikan jaring yang digunakan untuk menangkap ikan, Kamis (13/2/2020). - Harian Jogja/David Kurniawan
20 Oktober 2020 10:57 WIB Newswire Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Beberapa hari terakhir, nelayan kawasan Pantai Drini Gunungkidul sedang panen hasil tangkapan ikan layur. Hasil tangkapan lebih dari satu kuintal dalam sekali melaut dengan perahu motor tempel.

Petugas timbang Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Drini Budi di Gunungkidul, Selasa (20/10/2020), mengatakan panen ikan jenis layur sejak awal Oktober 2020, dan diperkirakan hingga beberapa hari mendatang.

"Nelayan rata-rata menjual ke TPI sebanyak satu kuintal per hari. Belum jenis ikan yang lainnya," kata Budi.

Baca Juga: Tingkatkan Ketahanan Pangan, Polda DIY Salurkan 1.200 Bibit Pohon Cengkeh di Kulonprogo

Ia mengatakan hasil tangkapan ikan layur yang sudah dibeli di TPI Drini, langsung dikirim ke Cilacap, Jawa Tengah. Di TPI Drini ada empat pengepul yang membeli ikan khusus layur. Harga layur hitam Rp20.000 per kilogram, kuning Rp27.000 per kilogram dan kecil Rp12.000 per kilogram.

"Kami pernah sehari menerima 3 ton ikan dari nelayan. Ikan ini untuk memenuhi permintaan dalam negeri, dikirim juga ke luar negeri," kata dia.

Budi mengatakan, ada belasan nelayan setiap hari mencari ikan di kawasan pantai selatan Gunungkidul yang bersandar di Pantai Drini. Untuk beberapa hari terakhir, selain ikan bawal, juga ikan lainnya didapatkan para nelayan.

"Saat musim ikan seperti ini, seluruh nelayan melaut. Hal ini untuk mengantisipasi musim paceklik ikan dengan pendapatan yang minim," katanya.

Baca Juga: Dengan BPJS, Masalah Kesehatan Lebih Terjamin

Sementara itu, Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunung Kidul Surisdiyanto mengatakan kondisi gelombang dan angin saat ini memang tengah bersahabat. Sehingga nelayan bisa melakukan aktivitas menangkap ikan dengan maksimal. Pihaknya tetap mengimbau kepada nelayan untuk tetap menggunakan pelampung.

"Meski kondisi angin dan gelombang sangat bagus, kami mengimbau kepada nelayan untuk memakai pelampung sebagai alat pelindung diri," katanya.

Sumber : antara