Di Tengah Pandemi, Museum Dituntut Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Zoom meeting bertemakan Berwisata Aman di Tengah Pandemi: Penerapan Protokol Kesehatan di Museumyang digelar Harian Jogja bekerjasama dengan Barahmus DIY, Rabu (21/10/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
22 Oktober 2020 06:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Museum dituntut segera beradaptasi di tengah pandemi Covid-19, baik dalam menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 maupun dalam memberikan konsep lain seperti virtual tour. Hal tersebut bertujuan memberikan kesan tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengunjungi sejumlah museum yang ada di DIY.

Ketua Umum Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY Ki Bambang Widodo mengatakan jika di tengah pandemi Covid-19, museum mau tidak mau harus beradaptasi terhadap kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19. Upaya tersebut dilakukan agar tidak terjadi penularan Covid-19 saat kunjungan wisatawan dilakukan ke sejumlah museum.

"Adaptasi kebiasaan baru yang dilakukan museum adalah strategi yang dilakukan oleh kami agar terjadi persepsi positif. Dimana museum yang memiliki sejumlah fungsi, diantaranya museum sebagai tempat pendidikan, penelitian, dan sarana hiburan aman dan nyaman untuk dikunjungi. Itu merupakan PR para pengelola museum," ujar Ki Bambang Widodo saat acara zoom meeting bertemakan Berwisata Aman di Tengah Pandemi: Penerapan Protokol Kesehatan di Museum yang digelar Harian Jogja bekerjasama dengan Barahmus DIY, Rabu (21/10/2020).

Baca Juga: GKR Hemas Minta PAUD Maksimalkan Pendidikan Karakter

Lebih lanjut, Barahmus DIY juga mengimbau agar pengelola museum mampu membentuk satuan tugas penanganan Covid-19. Tidak hanya membentuk satgas Covid-19, pengelola museum juga diharapkan telah membuat SOP penanganan Covid-19 yang ada di museum.

"Adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi dilakukan untuk kepentingan bersama maupun diri sendiri. Personel satgas Covid-19 juga diharapkan mampu menerapkan SOP penanganan Covid-19 di tiap museum," terang Bambang.

Upaya promosi yang kreatif juga diharapkan mampu untuk dilakukan pengelola museum. Pasalnya, masyarakat perlu diberikan informasi maupun promosi yang menarik agar minat mereka kembali ke museum tinggi. Alternatif promosi ke media cetak maupun elektronik juga tidak luput untuk dilakukan. Termasuk penyelenggaraan kegiatan museum yang digelar secara daring juga mustinya dipertimbangkan.

"Alternatif promosi ke media cetak maupun media sosial serta ke komunitas museum juga jangan lupa untuk dilakukan. Saya terima kasih Harian Jogja selalu menginformasikan sejumlah kegiatan museum yang ada di DIY. Kalau dulu, informasi museum hanya melulu soal berita kehilangan. Sekarang, setiap kegiatan sudah bisa dipublikasikan," sambung Bambang.

Menjaga solidaritas dengan setiap pengelola museum juga tidak lupa selalu diingatkan oleh Bambang. Jangan sampai ada museum yang berjuang sendiri di tengah pandemi Covid-19. Upaya gotong royong dilakukan agar museum mampu bertahan di situasi serba tidak menentu seperti sekarang ini.

Baca Juga: Mahasiswa Penolak Omnibus Law Jadi Korban Doxing, KAGAMA Filsafat UGM Sebut Pembunuhan Karakter

"Jangan sampai pengelola museum itu merasa sendirian di tengah pandemi Covid-19 ini. Kami juga berupaya untuk mendatangi 21 museum yang sudah buka di tengah pandemi Covid-19. Apakah mereka sudah menerapkan protokol Covid-19. Kalau belum ya hati hati, segera dipenuhi. Jadi masih ada 17 museum yang belum buka di DIY karena sejumlah pertimbangan," ungkap Bambang.

Sementara itu, pembicara lainnya Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Jogja Tri Hastono mengatakan jika museum sebagai destinasi wisata harus memiliki pendekatan khusus karena segmen yang dimiliki oleh museum adalah lebih kepada minat khusus.

"Museum harus dikelola dengan pendekatan-pendekatan khusus. Pengunjung museum juga harus diteliti kembali. Karena karakteristik setiap museum itu kan berbeda-beda. Diperlukan kebijakan yang mengkondisikan pihak-pihak atau kelompok yang langsung bersinggungan dengan museum," imbuhnya.

Pengalaman Berbeda

Duta Museum 2020 Febriska Noor Fitriana mengatakan jika pihaknya berupaya untuk memberikan pengalaman berbeda kepada wisatawan dalam menikmati museum. Upaya tersebut merupakan adaptasi dari duta museum di tengah pandemi Covid-19.

"Duta Museum melakukan tour virtual museum dengan tema besarnya adalah menengok adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi yang diterapkan di sejumlah museum seperti di museum wayang Kekayon dan perjuangan. Bisa di cek di Instagram kami di Duta Museum DIY," terang Febriska.

Upaya live streaming menggunakan Instagram merupakan langkah dari Duta Museum DIY dalam memberikan informasi kepada khalayak khususnya generasi muda dalam mengakses adaptasi kebiasaan baru yang dilakukan oleh pengelola museum.

"Jadi, dari kami secara mandiri dalam rangka menyambut adaptasi kebiasaan baru di museum adalah dengan mendatangi sejumlah museum dan melakukan dokumentasi dengan menggunakan sejumlah platform media sosial. Kami memperlihatkan sejumlah infrastruktur di museum seperti wastafel, hand sanitizer, dan juga imbauan physical distancing yang sudah diterapkan oleh museum di DIY," tutupnya.