Merapi Siaga, Basarnas DIY Kirim 10 Anggota ke Posko Pakem

Warga Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan tetap mencari rumput di area Objek Wisata Bukit Klangon pasca erupsi Gunung Merapi yang ketiga kali, Sabtu (28/3/2020) pagi. - Ist
05 November 2020 22:47 WIB Hery Setiawan (ST18) Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Basarnas DIY mengirim satu tim rescue posko Pakem. Pemberangkatan itu merupakan respon atas peningkatan status Gunung Merapi dari waspada (level 2) menjadi siaga (level 3).

Humas Basarnas DIY, Pipit Eriyanto menjelaskan pemberangkatan itu untuk keperluan berjaga-jaga seiring status Gunung Merapi yang berubah menjadi siaga. Mereka juga akan menjalin koordinasi dengan pihak lainnya terkait kondisi tersebut.

“Tim yang diberangkatkan bertujuan untuk stand by dan koordinasi di Posko Pakem,” katanya.

Pipit, sapaannya, melanjutkan bahwa tim rescue tersebut terdiri dari 10 orang. Selain personil, Basarnas DIY juga menyertakan sejumlah peralatan dalam pemberangkatan ke Posko Pakem, mulai dari truk, mobil rescue, peralatan evakuasi dan tenda posko.

Pipit belum dapat memastikan sampai kapan tim rescue berjaga-jaga di Posko Pakem. Sebab, menurut penuturannya, sampai saat ini pimpinan Basarnas DIY masih menjalin koordinasi dengan berbagai pihak.

Sebelumnya, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi [BPPTKG], Hanik Humaida menyatakan bahwa sejak bulan Oktober 2020 hingga saat ini, Gunung Merapi terus mengalami peningkatan aktivitas kegempaan. Tak hanya itu, aktivitas deformasi juga ikut meningkat. Kedua kondisi itu dapat memengaruhi kecepatan ekstrusi magma dan potensi letusan eksplosif.