Epson Hadirkan SureColor V4000, Printer UV Flatbed A1+ Ringkas untuk Dukung Bisnis
Epson memperkenalkan SureColor V4000, printer UV flatbed terbaru yang memperluas jajaran SureColor V-Series.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul meminta pengelola tempat pendidikan berasrama dan pesantren untuk sementara tidak menerima santri baru dan menyetop dulu kedatangan santri dari luar daerah. Upaya tersebut untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 setelah ditemukannya santri yang positif di sejumlah pesantren di Bumi Projotamansari.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis mengatakan selain di pesantren Krapyak, santri yang positif Covid-19 juga ditemukan di sejumlah pesantren di Kecamatan Piyungan, Banguntapan, Pajangan, dan Pleret. “Pondok pesantren saat ini menjadi klaster yang terus menerus dimonitor dan kita antispasi dan kita tingkatkan upaya yang harus dilakukan,” kata Helmi, saat menghadiri peluncuran Mobil Laboratorium PCR di Rumah Dinas Bupati Bantul, Jumat (6/11/2020).
BACA JUGA : Begini Kronologi Terungkapnya 195 Santri & Pengasuh
Helmi mengatakan khusus pesantren yang ditemukan santrinya positif Covid-19 diminta untuk melakukan karantina mandiri secara internal. Pihaknya bersama pengasuh pesantren juga sudah sepakat untuk menyetop terlebih dahulu kedatangan santri yang masih di rumah atau luar daerah, “Dengan tidak lagi mengundang santri yang saat ini belum datang,” ujar Helmi.
Dia kembali mengingatkan kepada semua pengasuh pesantren dan institusi pendidikan berasrama untuk menekankan protokol kesehatan dengan ketat, minimal menjaga jarak, memakai masker, dan sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Selain itu juga menjaga agar imun tetap kuat dengan makan makanan bergizi dan vitamin.
Khusus untuk karantina mandiri bagi santri yang positif Covid-19, Helmi menyatakan Pemkab siap memfasilitasi sarana dan prasarananya, misalnya kebutuhan makan selama prosses isolasi. Namun jika pesantren tidak memiliki ruang karantina yang cukup, Pemkab sudah menyediakannya.
BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: 195 Santri Krapyak Positif Covid-19
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan jawatannya sudah mengirimkan surat ke semua pengelola pendidikan berasrama untuk menghentikan sementara kedatangan santri dan penerimaan santri baru. Selain itu pihaknya juga sudah meminta data dari masing-masing nstitusi terkait jumlah siswa untuk memudahkan screening dan testing jika diperlukan.
Menurut dia, tempat pendidikan berasrama atau pesantren menjadi rawan penularan Covid-19 karena kerumunan sulit dihindarkan. Bahkan sudah menjadi kalaster yang rawan penularan, “Lainnya ada klaster perkantoran, perusahaan swasta, klaster bank, dan klaster institusi pemerintah di luar bantul,” kata Sri Wahyu.
“Perlu ada evaluasi pendidikan berasrama. Pak Sekda sudah menghendaki untuk mengumpulkan pengelola tempat pendidikan berasrama untuk memberikan arahan dan evaluasi dari pelaksanaan, persiapan pendidikan yang sudah dimulai,” tambah pria yang akrab disapa Oki ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Epson memperkenalkan SureColor V4000, printer UV flatbed terbaru yang memperluas jajaran SureColor V-Series.
Yamaha menarik tim Monster Energy dan Prima Pramac dari MotoGP Qatar 2026 akibat situasi Timur Tengah. Empat pembalap dipastikan absen.
Penundaan cukai MBDK dinilai merugikan penerimaan negara dan upaya menekan konsumsi gula. Pemerintah menargetkan Rp1,7 triliun pada 2027.
Garudayaksa FC mengalahkan PSS Sleman 3-1 pada pekan ke-8 Super League. Brian Rubio mencetak dua gol, sedangkan Kevin Gomez mendapat kartu merah.
Magelang Ethno Carnival 2026 diikuti 40 kontingen dan menjadi puncak Magelang Flower Festival dengan transaksi Rp250 juta-Rp300 juta per hari.
Sejumlah konglomerat Indonesia berinvestasi di klub sepak bola, mulai dari Como 1907, Oxford United, US Lecce, hingga Persib Bandung.