Advertisement

Desa Preneur Jalan untuk Mewujudkan Kemandirian

Media Digital
Selasa, 10 November 2020 - 11:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Desa Preneur Jalan untuk Mewujudkan Kemandirian Diklat seputar Desa Preneur. - Ist

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Gunungkidul menjadi salah satu desa yang masuk program Desa Preneur yang dikembangkan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah DIY. Diharapkan melalui program ini bisa membangun kemandirian berbasis usaha yang dikembangkan oleh masyarakat sekitar.

Lurah Putat, Sukardi, mengatakan program Desa Preneur dari Pemerintah DIY sudah dikembangkan sejak beberapa tahun lalu. Program ini bertujuan mengembangkan wirausaha dengan partisipasi dari masyarakat melalui kelompok usaha bersama.

Advertisement

Menurut dia, Desa Preneur sudah berjalan. Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai usaha yang dikembangkan mulai dari sentra olahan kakao, kerajinan kayu hingga olahan kuliner. “Untuk kakao banyak yang dikembangkan mulai dari dodol, keripik hingga penganan lainnya,” katanya, Selasa (3/11/2020).

Baca juga: Mengembangkan Desa Preneur Lewat Konsep G2R Tetrapreneur

Sukardi menjelaskan untuk pengembangan desa berwirausaha ini kelompok masyarakat tidak hanya diberikan pelatihan dan bantuan alat dari Pemerintah DIY. Pasalnya, di dalam pendampingan juga diberikan kesempatan untuk promosi produk yang dihasilkan melalui berbagai pameran atau kegiatan lainnya.

“Ini sangat membantu untuk mengenalkan produk yang dihasilkan oleh masyarakat di Putat. Hasilnya, unit-unit usaha yang dijalankan sudah berjalan,” ungkapnya. Meski program desa preneur sudah berjalan, ia tidak menampik di dalam pelaksanaan tidak semudah yang dibanyangkan karena ada tantangan yang harus dipecahkan.

Salah satunya menyangkut dengan manajemen bisnis dalam berusaha. Sukardi tidak menampik sebelum program digulirkan, warga menjalankan usaha hanya memikirkan asal laku. Pola pemikiran ini harus diubah karena didalam manajemen usaha yang baik tetap harus memperhitungkan untung rugi dan tidak hanya sebatas produk yang dijajakan laku di pasaran. “Memang butuh proses karena ini berkaitan dengan kebiasaan di masyarakat,” kata dia.

Baca juga: DPRD Jogja Awasi Penggunaan Dana Hibah Kemenparekraf

Sukardi menambahkan keberadaan program Desa Preneur sangat penting karena menjadi bagian dalam mewujudkan desa mandiri budaya. Selain itu, diharapkan program ini bisa menjadi upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik lagi. “Mudah-mudahan program berjalan dengan baik sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat, khususnya dalam upaya peningkatan kesejahteraan,” katanya. (ADV)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kasus Chromebook: Aliran Rp809 Miliar Tak Tercatat di SPT Nadiem

Kasus Chromebook: Aliran Rp809 Miliar Tak Tercatat di SPT Nadiem

News
| Selasa, 31 Maret 2026, 01:17 WIB

Advertisement

Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing

Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing

Wisata
| Sabtu, 28 Maret 2026, 18:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement