Lewat Sketsa, 101 Travel Sketch Bidik Tren Quality Tourism
THE 1O1 Yogyakarta Tugu bersama Leeven & Co mengajak para pencinta sketsa untuk menikmati Yogyakarta dengan pengalaman yang berbeda.
Suasana talkshow online Yang Muda Berani Berubah untuk Usir Wabah di kantor Dinas Kesehatan Gunungkidul, Rabu (11/11). -Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Generasi mileneal diajak untuk terus menaati protokol kesehatan untuk mengusir virus Corona penyebab pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan oleh lifestyle blogger dan fashion designer Sophie Tobelly dalam talkshow online bertajuk Yang Muda Berani Berubah untuk Usir Wabah kerja sama Harian Jogja dengan Dinas Kesehatan Gunungkidul, Rabu (11/11).
Menurut dia, generasi muda tidak perlu khawatir karena penerapan protokol kesehatan bisa tetap modis. Sebagai contoh penggunaan masker sekarang sudah memiliki model sehingga penggunaannya bisa dipadukan dengan warna pakaian yang digunakan.
“Contohnya milik Ibu Dewi [Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul] pakai masker motif polkadot sehingga terlihat menarik. Saya juga, pakai masker juga disesuaikan dengan baju yang dipakai sehingga terlihat serasi,” katanya.
Sophie berpendapat, penerapan protokol kesehatan merupakan hal mutlak yang harus dilakukan. Secara penelitian, anak-anak muda memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik. Namun, hal tersebut tidak menjadi alasan untuk tidak berdisplin menerapkan protokol kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan kepatuhan terhadap protokol kesehatan merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah dan memutus mata rantai penularan virus Corona penye. “Sampai saat ini penularan masih terjadi. Jadi kami berharap masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker saat di luar rumah, jaga jarak hingga sering cuci tangan menggunakan sabun,” katanya.
Dewi mengungkapkan upaya sosialisasi pencegahan penularan virus Corona sudah masif dilakukan dan menyasar ke 18 kapanewon di Gunungkidul. Upaya penanggulangan juga melibatkan anak-anak muda yang tergabung dalam Saka Bakti Husada milik Dinas Kesehatan.
Menurut Dewi, komunitas ini memiliki banyak kegiatan yang positif bagi anak-anak muda Gunungkidul. salah satunya dalam upaya memerangi virus Corona. Kegiatan yang dilaksanakan dilakukan dengan menggalang donasi untuk kemudian dibelikan sabun cair yang diisikan di tempat mencuci tangan yang sabunnya telah habis. “Ini positif karena bentuk partisipasi anak-anak muda untuk melawan virus Corona,” katanya.
Dia berharap masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan agar mata rantai virus bisa dicegah. “Tidak boleh bosan karena untuk melawan virus Corona harus dilakukan secara bersama-sama,” katanya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
THE 1O1 Yogyakarta Tugu bersama Leeven & Co mengajak para pencinta sketsa untuk menikmati Yogyakarta dengan pengalaman yang berbeda.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.