Angka Kematian Ibu Tinggi, Dinkes Bantul Andalkan Kader Srikandi Sehat

Ilustrasi. - Ist/Freepik
12 November 2020 14:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kesehatan Bantul terus berusaha menekan tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Bantul. Salah satu usahanya yakni dengan meluncurkan kader Srikandi Sehat, Kamis (12/11/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budiraharjo mengatakan, saat ini AKI dan AKB di Bantul cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan telah ada 17 kasus kematian ibu hingga awal November. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun lalu, yakni 13 kasus, dan pada 2018 ada 14 kasus.

Melihat tingginya kasus tersebut, maka jawatannya, merasa perlu untuk membuat upaya untuk menurunkan kasus tersebut. Salah satunya adalah memaksimalkan keberadaan 225 kader Srikandi Sehat ke 75 desa yang ada di Bantul.

“Nantinya mereka akan bersinergi dengan kita untuk menurunkan angka tersebut,” kata Agus, Kamis (12/11/2020).

Baca juga: PILKADA BANTUL: Persiapan Matang Dilakukan Dua Paslon Jelang Debat Publik Ketiga

Selain bersinergi dengan Dinkes, lanjut Agus, para kader ini nantinya juga akan membantu mengidentifikasi ibu hamil yang berisiko tinggi.

Harapannya, identifikasi ini menjadi langkah awal mencegah adanya kematian ibu dan bayi.

Sebab, diakui oleh Agus, dengan kondisi pandemi Covid-19 ini, risiko kematian dari ibu dan bayi cukup tinggi. Hal ini terjadi lantaran, Covid-19 membuat aktivitas pemeriksaan terhadap ibu hamil dan bayi menjadi terbatas.

Selain itu, dalam situasi pandemi saat ini, banyak ibu hamil yang enggan melakukan konsultasi karena adanya ketakutan terpapar Covid-19. Di samping itu, tingginya AKI dan AKB juga disebabkan banyaknya ibu hamil yang memilih pulang ke Bantul sembari menunggu masa persalinan.

Oleh karena itu, masih kata Agus, para kader ini nantinya yang akan berkoordinasi dan mendeteksi agar AKI dan AKB bisa ditekan.

“Dari dinas sendiri juga akan memberi fasilitas swab kepada ibu hamil saat memasuki usia 36 pekan. Nantinya yang positif, sesuai protokol harus melakukan isolasi,” paparnya.

Baca juga: Kenaikan UMK Jogja Dinilai Rendah, Pemkot: Dewan Pengupahan Sudah Sepakat

Sementara Karjiyem selaku Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Bantul mengungkapkan, saat ini 225 kader Srikandi sudah mulai bekerja. Dimana untuk memudahkan pendeteksian dini, mereka telah membuat WhatsApp Grup yang melibatkan antara kader Srikandi dan ibu hamil.

“Lewat aplikasi tersebut, akan mudah dideteksi. Nantinya tentu jika ditemukan ada yang memiliki risiko tinggi bisa langsung dirawat,” ucapnya.