Kunjungi Pengungsi Merapi, PMI DIY Ingatkan Protokol Kesehatan

Petugas PMI DIY memberikan pengarahan seputar protokol kesehatan 3M kepada pengungsi di Barak Pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Rabu (11/11/2020). - Ist/PMI DIY
12 November 2020 14:57 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) DIY, GBPH. H. Prabukusumo, bersama Ketua Penanggulangan Bencana PMI Pusat, Letjend TNI (Purn) Sumarsono mengunjungi Posko Utama Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Merapi di PMI Kapanewon Pakem serta Barak Pengungsian Glagaharjo, Rabu (11/11/2020). Dalam kunjungan itu, dilakukan pula penyerahan bantuan serta arahan kepada pengungsi untuk patuh terhadap protokol kesehatan.

“Relawan adalah garda terdepan PMI, kami siagakan tiga posko di Sleman yakni Posko Utama PMI Pakem, Posko PMI Cangkringan dan Posko PMI Turi. Ada sekitar 400 orang relawan PMI se-DIY yang siap dimobilisasi sewaktu-waktu dibutuhkan dalam tanggap darurat bencana erupsi Gunung Merapi," tutur GBPH Prabukusumo, Rabu. 

Baca juga: BPPTKG Beberkan Perkiraan Panjang Luncuran Awan Panas Jika Merapi Erupsi

Pada kesempatan itu, PMI DIY juga mengirimkan 20.000 masker, empat sprayer, 48 pcs disinfektan Wipol, 50 baby kit, 40 hygiene kit, selimut 200 pcs dan empat dus buah pir. "Sedangkan di Barak Pengungsian Glagaharjo kami juga memberikan makanan tambahan berupa lima dus buah pir serta 35 bingkisan untuk anak-anak," lanjut dia.

Sementara, Letjend TNI (Purn) Sumarsono mengungkapkan bahwa untuk membantu perlengkapan pendukung operasi tanggap darurat erupsi Gunung Merapi, PMI telah menyiapkan satu unit kendaraan segala medan hagglund, serta dua unit truk tangki. Truk tangki dikirimkan karena berdasarkan pengalaman erupsi 2010, air bersih menjadi kebutuhan saat darurat. 

“Operasi penanganan tanggap darurat bencana erupsi Merapi kali ini berbeda karena adanya pandemi Covid-19, maka sesuai pesan Ketua Umum PMI Bapak Jusuf Kalla, protokol kesehatan menjadi hal yang utama baik untuk relawan maupun masyarakat terdampak. Sesuai Undang-Undang Kebencanaan dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan tugas PMI adalah membantu pemerintah, kita bekerja bersama dengan berbagai sektor untuk melayani masyarakat”, jelas Letjend TNI (Purn) Sumarsono.

Baca juga: BPPTKG: Kondisi Merapi Sudah Lampui Erupsi 2006

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo saat menerima kunjungan PMI. Menurut Bupati, saat ini ada tiga tugas besar PMI yakni penanganan Covid-19, operasi Merapi dan donor darah, kendati ada tugas kedaruratan yang lain. Tugas yang luar biasa berat ini menurutnya menjadi ringan jika dilakukan bersama.

"Kesehatan harus menjadi faktor yang utama dalam operasi Merapi. Melaksanakan 3M [memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak] harus dilakukan baik relawan maupun pengungsi. Masyarakat yang sudah di barak pengungsian harus dilindungi, relawan yang bertugas di barak tidak boleh keluar masuk. Relawan harus diseleksi dan dirapid untuk menjaga kesehatan masyarakat rentan yang saat ini ada di barak pengungsian," jelas Sri Purnomo. *