Pemkab Sleman Siapkan Asrama Unisa untuk Faskes Darurat Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
30 November 2020 20:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Selain Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang, Pemkab bekerjasama dengan Universitas Aisyiyah (Unisa) Jogja menyiapkan teknis penggunaan asrama Unisa sebagai Fasilitas Kesehatan Darurat bagi pasien Covid-19 asimptomatik atau gejala ringan.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo mengatakan saat ini rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab dengan Unisa masih berproses. Dijelaskan Joko, gedung asrama Unisa memiliki kapasitas 50 kamar. Dalam satu kamar disediakan dua tempat tidur. Artinya, jika dimaksimalkan gedung asrama tersebut mampu menampung 100 pasien.

"Ada 50 kamar di mana satu kamar ada dua bed. Jadi kalau mau optimal ada 100 pasien yang bisa ditampung," katanya, Senin (30/11/2020).

Dijelaskan Joko, penggunaan asrama milik Unisa ini dilakukan jika dua faskes darurat milik Pemkab Sleman, baik di Asrama Haji maupun Rusunawa Gemawang penuh. Saat ini, kata Joko, kondisi kedua faskes darurat tersebut masih aman dan masih mencukupi (tidak penuh). "Kalau tempat di Unisa sudah siap ditempati, cuma saat ini MoU masih proses dan kedua faskes masih mencukupi," jelas Joko.

Disinggung soal rencana penggunaan Gedung PMD milik Kemendagri di Kalasan, menurut Joko hal tersebut untuk sementara ditangguhguhkan. Masalah tekhnis maupun sumber daya manusia menjadi salah satu alasan. Menurut Joko, pengelolaan faskes darurat Covid-19 di Unisa sepenuhnya didukung oleh MCC dan RS PKU Muhammadiyah Gamping. Selain itu, kondisi asarama juga sudah siap pakai dengan SDM full dari jejaring Unisa.

"Jadi ini yang mengelola full pihak Unisa. Untuk detail jumlah SDM nya berapa saya belum dapat informasinya. Tetapi, prinsipnya sudah siap menerima pasien terkonfirmasi asimtomatik atau bergejala ringan," tegas Joko.