Dukung Protokol Covid-19, Gojek Terapkan J3K

Penerapan protokol J3K oleh Gojek, di Tamkul Condongcatur, Depok, Sleman, Kamis (3/12/2020).-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
03 Desember 2020 18:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Sebagai salah satu upaya mitigasi dan pencegahan transmisi Covid-19, Gojek menerapkan protokol yang dinamakan J3K (Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan). Salah satu rangkaian penerapan J3K adalah posko aman yang dimiliki oleh Gojek di enam titik di wilayah DIY.

District Head Gojek wilayah Yogyakarta dan Semarang, Ridzky Novasandro, mengatakan jika mitra Gojek setiap minggunya diwajibkan untuk datang ke posko aman yang dimiliki Gojek. Mitra sebelumnya membuat jadwal melalui akun Gojek yang dimiliki tiap mitra.

"Mereka membuat jadwal, mau ke posko aman yang mana satu dari enam posko yang kita miliki. Setelah, mitra Gojek membuat janji, mereka secara otomatis diwajibkan untuk datang ke posko sesuai dengan jadwal yang telah mereka pilih," ujar Ridzky, saat diwawancarai di Taman Kuliner Condongcatur, Depok, Sleman, Kamis (3/12/2020).

Sesampainya mitra Gojek di posko aman, sejumlah protokol pencegahan penularan Covid-19 akan dilakukan kepada setiap mitra Gojek. Pertama-tama kendaraan tiap mitra akan disemprot oleh cairan disinfektan. Kemudian, petugas di posko aman akan melakukan scanning kepada mitra Gojek.

"Ketika datang ke sini disinfektan dulu motor atau mobilnya. Jadi, sebelum masuk mereka sudah bersih ya. Setelah itu, kita scan, kita cek apakah mitra tersebut benar atau tidak sudah melakukan booking tempat di posko aman dan apakah juga sudah sesuai jadwal," terang Ridzky Novasandro atau yang akrab disapa Sandro.

Setelah dilakukan scanning kepada mitra Gojek, petugas akan melakukan pengecekan suhu tubuh setiap mitra. Setiap mitra dipantau cek suhu tubuhnya. Bagi yang bersuhu badan dibawah 37,5 derajat celcius, petugas akan mempersilahkan mitra untuk kembali on bid.

"Kalau yang di atas 37,5 mereka kami minta untuk istirahat dulu. Biasanya, di case-case yang kami sering temui adalah karena mitra itu habis jalan kena panas ya, jadi ada faktor ekspos matahari dengan jangka waktu lama. Tetapi, setelah istirahat 10 sampai 16 menit mitra akan kembali lagi suhu tubuhnya seperti semua yakni dibawah 37,5 derajat celcius," terangnya.

Setelah dilakukan sejumlah pengecekan, Sandro mengatakan jika pihaknya akan memasukkan laporan tiap mitra ke dalama sistem. Alhasil, tidak hanya mitra, bagi konsumen juga mampu melihat jika driver sebelumnya sudah dicek suhu tubuhnya dan dilakukan penyemprotan disinfektan.

"Kami juga bisa melihat laporan tiap mitra ya, malah lebih akurat berapa suhu tubuhnya. Jika driver tidak melakukan ini mereka tidak akan bisa on bid. Proses pengecekan di posko aman harus dilewati oleh tiap mitra. Upaya ini sebagai salah satu langkah tambahan dalam mendukung protokol pencegahan penularan Covid-19," terangnya.

Lebih lanjut, enam posko aman yang dimiliki oleh Gojek di wilayah DIY diantaranya di Kantor Gojek Jogja, Taman Kuliner (Tamkul) Condongcatur, Depok, Sleman, Kodim 0734, Koramil Gondokusuman, Koramil, Koramil, Tegalrejo, dan Koramil Mantrijeron.

"Posko aman sendiri dibatasi jam operasionalnya, yakni jam 09.00 sampai dengan pukul 15.00 wib sore. Setiap posko kota batasi ya, maksimal 200 mitra Gojek. Kami punya enam posko. Kami juga bersinergi dengan TNI AD dan Dettol untuk mendukung kami dalam upaya penerapan protokol Covid-19," ungkapnya.

Sementara itu, Guntur Arbiansyah selaku Regional Manager Corporate Affairs Jateng DIY Gojek, mengatakan jika merchant Go-Food sendiri di wilayah DIY justru mengalami kenaikan sekitar 80 persen. Saat ini, secara nasional Gojek memiliki dua juta mitra. Untuk merchant Go-Food, terdapat 500 ribu pelaku UMKM.

"Selama pandemi ini justru merchant Go-Food kami bertambah sekitar 400 ribu ya. Total ada sekitar 900 ribu merchant Go-Food. Itu angka nasional ya. Walaupun pertumbuhan merchant Go-Food di Jogja lebih tinggi dibandingkan angka nasional. Dikarenakan kuliner itu kan menjadi tumpuan ekonomi lokal ya di Jogja. Memang di Jogja itu lebih bergairah ya dari sisi merchant Go-Food," pungkasnya.