Kasus Corona DIY Terus Bertambah, Hari Ini Tambah 167 Kasus Baru

Ilustrasi. - Freepik
05 Desember 2020 20:47 WIB Hery Setiawan (ST 18) Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA – Jumlah kasus positif Covid–19 di wilayah DIY kembali bertambah. Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid–19 DIY mengumumkan 167 penambahan kasus baru pada Minggu (5/12/2020). Sama seperti kemarin, Kabupaten Sleman kembali jadi penyumbang tertinggi dengan 78 kasus.

Distribusi penambahan kasus berdasarkan domisi secara berurutan terdiri dari Kabupaten Bantul 36 kasus, Kota Jogja 33 kasus, Kabupaten Kulon Progo 11 kasus dan Kabupaten Gunungkidul 9 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid – 19 DIY, Berty Murtiningsih menerangkan, angka tersebut didapat melalui tes terhadap 1.218 sampel dari 1.156 orang. “Jumlah total sampel diperiksa 117. 565 dari 99.530 orang,” ujar Berty, Minggu (5/12/2020).

Baca juga: Berani Ungkap Praktik Politik Uang, Warga DIY Akan Diberi Rp50 Juta

Jika melihat riwayat penularan, penelusuran (tracing) terhadap pasien kasus positif menyumbang angka terbanyak sebesar 81 kasus. Disusul periksa mandiri 33 kasus, pemeriksaan karyawan 4 kasus, pemeriksaan karyawan kesehatan 7 kasus dan 42 kasus belum ada keterangan.

Berty juga mengumumkan jumlah kasus sembuh sebanyak 84 kasus. Jika didistribusikan berdasarkan domisili terdiri dari Kabupaten Sleman 44 kasus, Kota Jogja 22 kasus, Kabupaten Bantul 13 kasus, dan Kabupaten Gunungkidul 5 kasus. Khusus Kabupaten Kulon Progo, tidak ada laporan kesembuhan.

Selain itu, Berty turut mengumumkan adanya 2 kasus meninggal. Satu kasus berasal dari warga Sleman. Sementara satu kasus lagi berasal dari warga Kulon Progo dengan gejala komorbid (hipertensi dan pneumonia).

Baca juga: Pulihkan Pariwisata, Ini Strategi Kota Jogja Tegakkan Protokol Kesehatan

Dengan penambahan angka di atas maka total kasus positif Covid di DIY menjadi 6.732 kasus, dengan rincian 1.849 kasus aktif, 4.733 kasus sembuh dan 150 kasus meninggal.

Sementara distribusi bed atau tempat isolasi di rumah sakit rujukan untuk kritikal dari 63 kapasitas, 30 di antaranya sudah digunakan. Dengan begitu, tinggal tersisa 33 bed. Lalu untuk non kritikal sudah terpakai 383 dari 492 bed yang tersedia. Itu artinya sisa bed untuk non kritikal tersisa 109.