Ribuan Benih Ikan Nilam Dilepas di Kali Doso Sleman

Karang Taruna Pandowoharjo menggalakkan kembali Program Kali Bersih (ProKasih) dengan melepas ribuan benih ikan Nilam dan penanaman pohon Gayam di 22 padukuhan di Pandowoharjo, Sleman, Minggu (13/12/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
13 Desember 2020 14:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Ribuan benih ikan Nilam dilepas di Kali Doso, Sempor dan Denggung, wilayah Pandowoharjo, Sleman, Minggu (13/12/2020). Selain menyebar benih ikan, warga juga menanam ratusan bibit Pohon Gayam di 22 padukuhan.

Ketua Karangtaruna Tunas Pandawa Pandowoharjo, Ismono mengatakan pohon gayam ditanam sepanjang kali dan sendang yang mengaliri kalurahan tersebut. Seperti di Kali Doso, Brayut, Denggung dan Sempor. Total 150 bibit pohon Gayam yang disebar di 22 padukuhan. Kebetulan, katanya, hampir semua padukuhan di Pandowoharjo memiliki sendang (mata air).

"Pohon Gayam kami tanam karena pohon ini mampu menyimpan air. Ini senyampang dengan isu terhangat soal ketahanan pangan," kata Ismono usai kegiatan Program Kali Bersih (Prokasih) di Toino, Pandowoharjo.

Baca juga: Dinkes Sleman Persilakan RS Buka Inden Vaksin Covid-19

Selain menanam pohon Gayam, warga juga menyebar benih Ikan Nilam di tiga kali berbeda. Mulai Kali Doso, Kali Sempor dan Kali Denggung. Total benih yang disebar sebanyak 12 kg atau sekitar 3.000 benih. Ikan Nilam ini, katanya, bisa membersihkan lumut dan kotoran di kali. "Penyebaran benih ikan Nilam ini sekaligus sebagan kampanye agar masyarakat ikut merawat sumber air, tidak menyetrum atau meracun ikan dan membuang sampah di sungai," ajaknya.

Kegiatan tersebut, katanya, dipusatkan di Padukuhan Toino dengan melibatkan pemuda dan pemudi Karangtaruna se Pandowoharjo. Ini dikarenakan selama masa pandemi Covid-19, katanya, kegiatan Karangtaruna vakum. Meskipun melibatkan puluhan orang, namun kegiatan tersebut menerapkan protokol kesehatan (prokes). "Jadi kami mengakrabkan lagi para pemuda dan pemudi Karangtaruna sekaligus merayakan HUT Pandowoharjo ke 74.

Baca juga: Tekan Penularan, Sleman Wacanakan Minggu Tenang Covid-19

Dukuh Toino Pandowoharjo, Prana Sakti Yogaswara menjelaskan warga Toino sampai saat ini memanfaatkan sungai untuk aktivitas sehari-hari. Meskipun di rumah memiliki sarana MCK namun sebagian warga masih melakukan aktivitas seperti mencuci di sungai. "Ini artinya, keterikatan masyarakat dengan sungai masih kuat sehingga mereka merawat dan menjaga kondisi sungai agar tidak tercemat," ujarnya.

Selain sungai masih digunakan untuk aktivitas sehari-hari warga, lanjut Prana, di Toino juga terdapat sendang yang digunakan sebagai sumber air Program Pamsimas atau Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat. Begitu vitalnya sungai dan sendang di kawasan tersebut, kata Prana, warga pun sepakat untuk menghalau orang yang merusak sungai.

"Kalau hanya mancing di sungai gak masalah, kami melarang kalau nyetrum atau memberi racun. Biasanya mereka dari luar desa. Kalau ada yang begitu, kami beri peringatan dan sanksi sosial," ujar Prana.