Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Kalikepek Swadaya Tambal Seadanya

Warga Kalikepek, Giripeni, Wates, saat kerja bakti memperbaiki jalan rusak di dusun mereka, Minggu (13/12/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
13 Desember 2020 13:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Warga Dusun Kalikepek, Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kulonprogo secara swadaya memperbaiki jalan berstatus kabupaten yang ada di dusun mereka. Aksi ini dilakukan lantaran jalan tersebut rusak dan tak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Kulonprogo.

Perbaikan itu dilakukan puluhan warga bersama para pemuda karangtaruna dusun setempat pada Minggu (13/12/2020) pagi. Mengandalkan peralatan seadanya, mereka menambal sejumlah lubang yang terdapat di ruas jalan tersebut menggunakan campuran batu, pasir dan semen.

Baca juga: Hasil Pilkada Gunungkidul, Sunaryanta-Heri Menang di Sepuluh Kecamatan

Ketua Karangtaruna Kalikepek Ega Yudianta mengatakan aksi ini merupakan bentuk kejengkelan warga atas kondisi jalan yang rusak. Menurutnya kerusakan jalan sepanjang 200 meter itu sudah berlangsung sejak lima tahun terakhir. Sudah tak terhitung berapa jumlah lubang yang ada di jalan tersebut.

Selama itu pula, warga lanjutnya sudah beberapa kali mengajukan perbaikan jalan kepada instansi terkait. Sejatinya perbaikan telah dilakukan, tetapi perawatan itu hanya berupa tambal sulam lubang yang hasilnya tidak optimal sehingga kerusakan terus terjadi.

"Jadi ini semacam demo tapi dalam bentuk halus, kami sudah jengkel jalan ini rusak terus. Dan Alhamdulillah aksi dapat dukungan karangtaruna lewat bantuan dari kas dan juga warga yang nyumbang semen, pasir dan batu," kata Ega saat ditemui di sela-sela perbaikan jalan, Minggu pagi.

Baca juga: Dinkes Sleman Persilakan RS Buka Inden Vaksin Covid-19

Ega menjelaskan warga Kalikepek sangat membutuhkan jalan ini karena sebagai akses utama menunju Kapanewon Panjatan, Galur dan Lendah. Di samping itu, tak sedikit warga yang membuka usaha di kanan kiri jalan, sehingga dapat dikatakan jalur ini menyokong roda perekonomian mereka. Namun karena adanya kerusakan, warga khawatir pengendara enggan melintas dan membuat usaha mereka sepi.

Kerusakan ini jika terus dibiarkan berpotensi menyebabkan kecelakaan. "Dulu sudah pernah ada kecelakaan, walaupun tidak sering," ucapnya.

Sementara itu, Dukuh Kalikepek, Mutohir mengatakan perbaikan rutin di jalan ini semula akan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kulonprogo pada 2020. Namun karena adanya pendemi Covid-19, rencana tersebut ditunda pada 2021 mendatang. Warga kemudian berinisiatif menggelar aksi ini agar pemerintah tidak lagi menunda perbaikan jalan tersebut.

"Kami sudah usul ke DPUPKP kemarin, dan rencana perbaikan itu 2021, tapi kan biasanya kalau gak ada aksi bakal molor. Maka dari itu dengan adanya aksi ini diharapkan bisa segera diperbaiki," ujar Mutohir.