Libur Akhir Tahun di Gunungkidul, Ratusan Petugas Diterjukan Awasi Protokol Kesehatan

Wisatawan menikmati pemandangan alam dari atas perbukitan di kawasan Pantai Kesirat, Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul. - Harian Jogja/David Kurniawan
15 Desember 2020 08:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Pariwisata Gunungkidul bersiap menyambut membludaknya wisatawan yang diprediksi mengalami peningkatan kunjungan saat libur akhir tahun. Total ada 511 petugas yang diterjunkan untuk antisipasi serta melaukan pengawasan agar protokol kesehatan benar-benar diterapkan di kawasan wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Asti Wijayanti mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi lintas sektoral untuk menyambut libur akhir tahun. Koordinasi ini tidak hanya melibatkan pegawai di lingkup pemkab, tapi juga mengajak perwakilan dari Polres, Kodim 0730/GK, Tim SAR Satlinmas, pelaku usaha wisata, kelompok sadar wisata hingga forum komunikasi desa wisata.

Baca juga: Tingkat Partisipasi Pilkada di Sleman Paling Rendah

“Tujuan koordinasi untuk melakukan pengawasan khususnya masalah penerapan protokol kesehatan di area wisata,” kata Asti kepada wartawan, Senin (14/12/2020).

Menurut dia, Pemerintah Pusat telah mengurangi jatah libur cuti bersama. Meski demikian, pengurangan tersebut tak lantas mengurangi niat masyarakat untuk berwisata sehingga saat libur akhir tahun diprediksi mengalami lonjakan yang signifikan.

“Total ada 511 personel yang disiagakan. Rinciannya, 105 petugas beerasal dari internal dinas pariwisata dan sisanya 406 petugas merupakan bantuan dari berbagai intansi mulai dari pegawai pemkab, anggota TNI-Polri hingga anggota SAR,” ungkapnya.

Diharapkan dengan adanya penambahan personel ini maka penerapan protokol kesehetan di kawasan wisata benar-benar dijalankan sehingga mata rantai penularan virus corona bisa diputus. “Ada juga yang bertugas mengamankan jalur sehingga arus lalu lintas berjalan lancar. untuk protokol kesehatan merupakan hal yang wajib dijalankan,” katanya.

Baca juga: Hujan Sebabkan Longsor di Jogja, Banyak Titik Rawan Tak Termonitor

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supartono mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan sarana prasarana pendukung untuk upaya penegakan protokol kesehatan di destinasi. Salah satunya dengan membangun ratusan tempat cuci tangan. Selain itu, hingga sekarang sudah ada 55 destinasi wisata, 11 hotel dan 15 rumah makan yang telah diverifikasi untuk penerapan protokol kesehatan.

“Bantuan yang kami berikan ada handanitizer, sabun cair hingga tenda isolasi. Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dan kegiatan wisata tidak menjadi kluster penyerbaran virus corona,” katanya.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, pihaknya siap membantu pemerintah dalam upaya penegakan protokol kesehatan di area wisata, khususnya di kawasan pantai. Menurut dia, upaya dilakukan dengan memberikan imbauan ke masyarakat, baik melalui spanduk atau pengeras suara agar pengunjung tetap memakai masker, menjaga jarak serta sering mencuci tangan menggunakan sabun. “Kami berkomitmen untuk membantu pemerintah,” katanya.