Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Wisatawan menikmati pemandangan alam dari atas perbukitan di kawasan Pantai Kesirat, Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Pariwisata Gunungkidul bersiap menyambut membludaknya wisatawan yang diprediksi mengalami peningkatan kunjungan saat libur akhir tahun. Total ada 511 petugas yang diterjunkan untuk antisipasi serta melaukan pengawasan agar protokol kesehatan benar-benar diterapkan di kawasan wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Asti Wijayanti mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi lintas sektoral untuk menyambut libur akhir tahun. Koordinasi ini tidak hanya melibatkan pegawai di lingkup pemkab, tapi juga mengajak perwakilan dari Polres, Kodim 0730/GK, Tim SAR Satlinmas, pelaku usaha wisata, kelompok sadar wisata hingga forum komunikasi desa wisata.
Baca juga: Tingkat Partisipasi Pilkada di Sleman Paling Rendah
“Tujuan koordinasi untuk melakukan pengawasan khususnya masalah penerapan protokol kesehatan di area wisata,” kata Asti kepada wartawan, Senin (14/12/2020).
Menurut dia, Pemerintah Pusat telah mengurangi jatah libur cuti bersama. Meski demikian, pengurangan tersebut tak lantas mengurangi niat masyarakat untuk berwisata sehingga saat libur akhir tahun diprediksi mengalami lonjakan yang signifikan.
“Total ada 511 personel yang disiagakan. Rinciannya, 105 petugas beerasal dari internal dinas pariwisata dan sisanya 406 petugas merupakan bantuan dari berbagai intansi mulai dari pegawai pemkab, anggota TNI-Polri hingga anggota SAR,” ungkapnya.
Diharapkan dengan adanya penambahan personel ini maka penerapan protokol kesehetan di kawasan wisata benar-benar dijalankan sehingga mata rantai penularan virus corona bisa diputus. “Ada juga yang bertugas mengamankan jalur sehingga arus lalu lintas berjalan lancar. untuk protokol kesehatan merupakan hal yang wajib dijalankan,” katanya.
Baca juga: Hujan Sebabkan Longsor di Jogja, Banyak Titik Rawan Tak Termonitor
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supartono mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan sarana prasarana pendukung untuk upaya penegakan protokol kesehatan di destinasi. Salah satunya dengan membangun ratusan tempat cuci tangan. Selain itu, hingga sekarang sudah ada 55 destinasi wisata, 11 hotel dan 15 rumah makan yang telah diverifikasi untuk penerapan protokol kesehatan.
“Bantuan yang kami berikan ada handanitizer, sabun cair hingga tenda isolasi. Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dan kegiatan wisata tidak menjadi kluster penyerbaran virus corona,” katanya.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, pihaknya siap membantu pemerintah dalam upaya penegakan protokol kesehatan di area wisata, khususnya di kawasan pantai. Menurut dia, upaya dilakukan dengan memberikan imbauan ke masyarakat, baik melalui spanduk atau pengeras suara agar pengunjung tetap memakai masker, menjaga jarak serta sering mencuci tangan menggunakan sabun. “Kami berkomitmen untuk membantu pemerintah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
BPPTKG mencatat 47 guguran lava dan ratusan gempa Gunung Merapi sepekan. Status tetap Siaga, warga diminta waspada lahar dan APG.
Iran mengajukan tujuh syarat kepada AS untuk membuka Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pasokan energi ke pasar global.
Pertamina mengungkap harga Pertamax berpotensi tembus Rp20.000 per liter jika harga minyak dunia tak turun ke US$60-US$70.
Banyumas mengusulkan Rp7 miliar untuk memperbaiki lintasan Stadion Satria dengan material tartan demi mendukung pembinaan atlet.
Basarnas mengerahkan helikopter untuk mencari Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Sebanyak 103 penumpang telah dievakuasi.