Pencarian Wisatawan Tenggelam di Parangkusumo Difokuskan di Sisi Timur

Petugas dari tim SAR Gabungan menggunakan jetsky untuk mencari satu orang korban tenggelam Fajar Aprianto, 20, warga Klaten di Pantai Parangtritis, Kamis (17/12/2020). - Harian Jogja/Jumali.
17 Desember 2020 13:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com BANTUL - Tim SAR gabungan fokus melakukan pencarian di sebelah timur tempat di mana salah satu wisatawan, Fajar Apriyanto, 20, warga Prambanan, Klaten, Jawa Tengah yang dilaporkan hilang tergulung ombak dan tenggelam di Pantai Parangkusumo, Rabu (16/12/2020). Hal ini dilakukan, mengingat arus mengarah ke timur.

“Jadi kami fokuskan pencarian di sebelah timur. Karena arus mengarah ke timur,” kata Koordinator II SAR Satlinmas Wilayah III Pantai Parangtritis, Ali Sutanto, Kamis (17/12) pagi.

BACA JUGA : Wisatawan Tenggelam di Parangtritis Ditemukan Meninggal

Lebih lanjut dia mengungkapkan, meski dihadapkan pada hujan yang mengguyur sejak pagi, namun hal tersebut tidak menjadi kendala. Pada pencarian hari kedua kali ini, tim SAR gabungan juga memaksimalkan dua jetsky yang menyisir kawasan laut Pantai Parangtritis.

“Tapi belum juga ketemu,” lanjutnya.

Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto mengungkapkan ada lima search rescue unit (SRU) yang diturunkan untuk melakukan pencarian di darat.

SRU pertama melakukan penyisiran dari posko ke arah timur lebih kurang sepanjang 1.75 kilometer. SRU 2 melakukan penyisiran sebaliknya,  dari posko ke arah barat lebih kurang 500 meter.  SRU 3 penyisiran dari Pantai Parangkusumo ke arah barat kurang lebih 1,75 kilometer sampai ke pantai cemoro sewu.

SRU 4 melaksanakan penyisiran menggunakan Beach Patrol dari Pantai Parang Endog sampai Pantai Depok. Lebih kurang sejauh 6 Kilometer.  “Sedangkan SRU 5 menyisir disekitar area korban tenggelam dengan menggunakan Jetsky," kata dia.

BACA JUGA : Berjarak 10 Kilometer dari Lokasi Tenggelam, Begini

Tak Ingin Parangtritis Jadi Laut Kematian

Sementara Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, berbagai pencegahan terjadinya kecelakaan laut harus dilakukan. Apalagi sebentar lagi, musim liburan natal dan tahun baru akan datang yang akan dibarengi dengan banyaknya wisatawan ke kawasan tersebut.

“Intinya safety fist. Pencegahan harus diutamakan. Semua komponen harus bekerja maksimal.

Kami tak ingin parangtritis jadi laut kematian, bagi wisatwan. Kita jadikan parangtritis ini menarik dan aman dinikmati,” katanya.

Sementara salah satu pengunjung asal Gunungkidul, Lasiman, mengaku memilih membatalkan kunjungannya ke Pantai Parangtritis, menyusul adanya operasi dari tim SAR gabungan yang melakukan penyisiran korban.

“Khawatir [tenggelam] saja. Makanya saya mau pindah pantai yang lainnya saja,” terangnya.

BACA JUGA : Main Air di Pantai Parangkusumo, Warga Klaten Hilang

Sebelumnya diberitakan bahwa korban bersama tiga temannya datang ke Parangkusumo, sekitar pukul 12.30 WIB. Kemudian pada pukul 16.00 WIB korban bersama Bintang Ardiyansyah, 17, warga Prambanan, Klaten bermain air. Keduanya berenang dan masuk ke area palung.

Petugas Satlinmas dan Polair langsung melakukan pertolongan dan dapat menyelematkan Bintang Ardiyansyah. Namun korban menghilang tenggelam dan hingga lebih dari 12 jam masih belum ditemukan.