Pandemi Covid-19, Partisipasi Pemilih Pilkada Sleman Justru Meningkat

Petugas melakukan pengukuran suhu tubuh kepada warga yang akan melakukan pencoblosan Pilkada Sleman di TPS 04 Pedukuhan Paten, Tridadi, Sleman, Rabu (9/12/2020). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
17 Desember 2020 11:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Partisipasi pemilih pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Sleman 2020 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Padahal, pelaksanaan pilkada Sleman 2020 dilakukan di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman Trapsi Haryadi mengatakan jika partisipasi pemilih pada Pilkada Kabupaten Sleman 2020 sebanyak 75, 82 persen. Sedangkan, jika dibandingkan pada tahun 2015 silam, partisipasi pemilih berada pada angka 72 persen.

BACA JUGA : Partisipasi Pemilih di Pilkada Bantul Menurun

"Ini merupakan hasil dari usaha yang panjang. Banyak juga instansi yang berperan. Sehingga perolehan [angka partisipasi pemilih] lebih besar jika dibandingkan dengan 2015 silam. Padahal, banyak yang pesimis pencapaian partisipasi pemilih tidak akan seperti 2015," ujar Trapsi saat dikonfirmasi pada Rabu (16/12/2020).

Hasil partisipasi pemilih yang melampaui saat Pilkada Kabupaten Sleman 2015 silam tidak luput dari upaya sosialisasi yang dilakukan secara masif oleh KPU Kabupaten Sleman di tengah pandemi Covid-19.  Alih-alih bekerja sendiri, KPU Kabupaten Sleman menggandeng sejumlah instansi untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pelaksanaan pilkada Sleman 2020.

"Instansi pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat [LSM], ormas, komunitas, dan lain-lain kami gandeng. Sehingga dalam melakukan sosialisasi kami tidak sendiri, tetapi juga bersama dengan komponen masyarakat," katanya.

BACA JUGA : Calon Pemilih Pilkada Diimbau Bawa Alat Tulis Sendiri

Berdasarkan catatan dari KPU Kabupaten Sleman, kecamatan Depok menjadi wilayah dimana partisipasi pemilih sangat rendah jika dibandingkan dengan 17 kecamatan lainnya. Terlebih, ada sembilan kecamatan dimana partisipasi pemilih mencapai di atas 80 persen. "Di antaranya, Minggir, Moyudan, Turi, Prambanan, Tempel, dan lainnya," imbuhnya.

Tak lupa, Trapsi mengapresiasi masyarakat yang sudah memberikan hak suaranya dalam perhelatan Pilkada Kabupaten Sleman 2020. Disinggung mengenai protokol Covid-19, Trapsi mengklaim jika pihaknya telah melaksanakan protokol pencegahan penularan Covid-19 secara ketat.

"Kami mengapresiasi pada masyarakat yang mau berpartisipasi (memberikan hak suaranya) sehingga mau datang ke TPS. Protokol pencegahan penularan Covid-19 juga sudah dijalankan oleh pemilih maupun petugas KPPS," ucapnya.