Partisipasi Pemilih di Pilkada Bantul Menurun

Ilustrasi. - Freepik
15 Desember 2020 16:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Partisipasi pemilih dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) Bantul 2020 ini mencapai 81,42% dari total daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 704.688 jiwa. Partisipasi pemilih tersebut lebih rendah dari yang ditargetkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul sebanyak 82%.

Komisioner KPU Bantul Divisi Sosialisasi, Patisipasi Masyarakat, Pendidikan Pemilih, dan Pengembangan SDM, Musnif Istiqomah, mengatakan meski partisipasi pemilih tidak sesuai target namun sudah melebihi target nasional maupun regional provinsi. Target nasional, yakni 77,5% dan target provinsi 80%.

Partisipasi itu juga diakui Musnif tertinggi dibanding Gunungkidul dan Sleman yang sama-sama menyelenggarakan pilkada serentak 2020 ini. Bahkan dibanding Pilkada 2015 lalu jauh melampaui target. Pada 2015 lalu partisipasi pemilih hanya 75,28 % dari total DPT 695.855 jiwa.

“Di tengah pandemi Covid-19 seperti ini [partisipasi pemilih] menurut kami sudah cukup bagus [meski tidak sesuai target],” kata Musnif, saat dihubungi Selasa (15/12). Musnif mengatakan partisipasi pemilih tiap kecamatan paling tinggi adalah Kecamatan Dlingo dengan total 85,80% dan Pundong 85,03%.

Sementara partisipasi terendah ada di Kecamatan Banguntapan 71% dan Kasihan 73,40%. Menurut musnif rendahnya partisipasi pemilih di Banguntapan karena Banguntapan yang berbatasan langsung dengan kota Jogja itu sempat masuk dalam zona merah penularan Covid-19, “Itu berpengaruh dalam menentukan partisipasi pemilih bagaimana sebaran Covid-19. Sangat pengaruh sebaran Covid-19,” kata dia.

Selain zona merah, selama ini sosialisasi yang dilakukan KPU juga terbatas karena hanya mengandalkan daring dan media sosial. menurut dia ada keterbatasan-keterbatasan dalam proses sosialisasi. Namun di tengah keterbatasan itu KPU Bantul mampu mencapai 81,42%.