Pengungsi Merapi Mulai Jenuh Tinggal di Barak

rnPemeriksaan kesehatan para pengungsi Merapi di barak pengungsian Glagaharjo, Jumat (18/12 - 2020)/Ist
18 Desember 2020 18:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kejenuhan yang mulai dialami sebagian warga Dusun Kalitengah Lor di Barak Pengungsian Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, diatasi dengan berbagai aktivitas dan kegiatan. Hingga kini, jumlah pengungsi di barak pengungsian masih tergolong tinggi.

Panewu Cangkringan Suparmono mengatakan secara prosedur saat status Merapi Siaga maka kelompok rentan seperti lansia, difabel, anak-anak dan ibu hamil yang menempati barak pengungsian. Jumlahnya sebanyak 133 orang. Namun seiring waktu, warga yang tidak masuk kelompok pun ikut mengungsi sehingga jumlahnya bertambah lebih dari 200 warga.

"Pengungsi tadi malam tercatat 225 orang, kelompok rentan yang seharusnya mengungsi pada level 3 adalah 133 orang. Artinya, sesuai SOP warga yang mengungsi saat ini tergolong masih tinggi," kata Suparmono, Jumat (18/12/2020).

Agar para pengungsi betah, lanjutnya, usaha yang dilakukan banyak sekali. Yang utama adalah komunikasi intens dari aparat kapanewon, kalurahan dan relawan terhadap pengungsi. "Kami buat pengungsi merasa nyaman, diewongke, dan dilayani segala kebutuhannya sebaik-baiknya," ujar Suparmono.

Selain itu, kata dia, untuk mengusir rasa jenuh para pengungsi di barak pengungsian aparat dan relawan kebencanaan mengisi berbagai kegiatan. "Hiburan selalu ada, dari relawan, donatur maupun warga sekitar untuk mengurangi rasa bosan mereka," ujarnya.

Ia tidak menampik adanya kekhawatiran dari pengungsi terhasap semakin tingginya kasus Covid-19 di Sleman, khususnya di wilayah Cangkringan. Untuk mencegah potensi penyebaran Covid-19 ke Barak Pengungsian, selain tetap menerapkan protokol kesehatan petugas pun memperketat kunjungan dari luar wilayah.

"Terkait ketakutan pengungsi terhadap peningkatan kasus positive covid, sementara ini kami membatasi hiburan yang berasal dari luar wilayah. Selain itu, pemeriksaan kesehatan para pengungsi juga rutin dilakukan," ujarnya.

Terpisah, Bupati Sleman Sri Purnomo berharap warga yang mengungsi untuk tetap bertahan di barak pengungsian. Selain sesuai prosedur penanganan kebencanaan erupsi Merapi, hal ini dilakukan untuk menghindari dampak peningkatan aktivitas Gunung Merapi. "Status Merapi saat ini kan masih Siaga. Warga yang mengungsi itu yang berada di radius 5km, sesuai rekomendasi dari BPPTKG," kata Sri.

Saat ini, lanjut dia, status Merapi juga belum diturunkan. Bahkan Pemkab juga memperpanjang pemberlakuan status tanggap darurat bencana erupsi Gunung Merapi hingga 31 Desember mendatang.