Herbalife Gandeng Yayasan Cita Sehat Cegah Stunting di Gunungkidul
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sleman 2021 masih memprioritaskan pada penanggulangan Covid-19. Selain sektor kesehatan, alokasi anggaran juga difokuskan untuk pemulihan ekonomi.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman Haris Sutarta mengatakan untuk APBD 2021, prioritas anggaran masih untuk penanganan Covid-19. Selain untuk menyangkut kesehatan anggaran juga dialokasikan untuk pemulihan ekonomi. Sayang, Haris belum dapat merinci total kebutuhan anggaran yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19 pada tahun depan.
BACA JUGA : Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 di DIY Masih Minim
"Yang jelas hampir sama dengan tahun ini. Prioritas untuk sejumlah program kesehatan," katanya, Minggu (20/12).
Menurut Haris, pada APBD 2020 terdapat delapan program yang menjadi prioritas meliputi ekonomi, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, kebudayaan, infrastruktur, lingkungan hidup, dan pelayanan publik.
Dari jumlah itu, kesehatan menempati urutan ketiga dengan nilai anggaran Rp250 miliar yang dialokasikan pada delapan program. Tertinggi, katanya, pelayanan publik dengan perencanaan sebanyak 58 program senilai Rp1.037,37 miliar, disusul lingkungan hidup sebesar Rp 308,37 miliar dengan sasaran 27 program.
BACA JUGA : Penanganan Covid-19 di Gunungkidul Habiskan Rp68 Miliar
"Penanganan Covid-19 termasuk didalam alokasi Rp250 miliar. Selama pandemi Covid-19 saat ini, seluruh anggaran kegiatan dan program kesehatan semuanya terserap, tidak ada yang tertunda," kata Haris.
Dia merinci, khusus penanganan Covid-19 tahun ini Pemkab menghabiskan anggaran Rp116,37 miliar. Realisasinya untuk penanganan dampak ekonomi sebesar Rp53,94 miliar dari total anggaran Rp55,17 miliar sementara anggaran jaring pengaman sosial senilai Rp20,55 miliar dari alokasi Rp41 miliar.
"Untuk bidang kesehatan sampai pertengahan Desember ini terealisasi Rp41,88 miliar atau sekitar 54 persen dari total biaya Rp77,32 miliar," paparnya.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, meskipun dilanda pandemi Covid-19 capaian pendapatan asli daerah (PAD) Sleman sebesar 107% dari target setelah perubahan. Target awal sebelum ada pandemi, katanya, PAD Sleman sebesar Rp944,48 miliar. Namun setelah ada perubahan, target PAD diturunkan menjadi Rp676,74 dan terealisasi Rp724,41 miliar.
BACA JUGA : Anggaran Penanganan Covid-19 di Bantul Rp140 Miliar
"Capaian PAD melebihi target (setelah revisi). Paling banyak bersumber dari pajak daerah sejumlah Rp461,56 miliar. Selain itu retribusi daerah menyumbang perolehan Rp36,57 miliar. Ini patut disyukuri," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.
Feri Yudoyono menyumbang perunggu balap sepeda untuk Indonesia di Asian Games 2026. Kontingen Merah Putih kini mengoleksi 22 medali.
Status KLA Sleman dipertanyakan setelah kasus keracunan MBG. Warga meminta DPRD memperkuat pengawasan perlindungan anak.
BULOG menyalurkan 3.118 ton Bantuan Pangan Beras kepada 103.950 penerima di 16 kecamatan Kabupaten Purworejo untuk menjaga ketahanan dan akses pangan masyarakat
Sebanyak 14 desa di 11 kecamatan Temanggung akan menggelar Pilkades pada 18 Oktober 2026. Persiapan disebut berjalan sesuai rencana.
Proyek irigasi DI Tirtorejo, Berbah, Sleman, mencapai 98%. DPRD DIY meminta pembangunan segera selesai dan memberi manfaat bagi petani.