Pecah Rekor Lagi, Positif Covid-19 DIY Tambah 296 Kasus & 11 Orang Meninggal Dunia

Petugas Dinas Kesehatan Kota Jogja meneliti sampel darah para pedagang dalam tes cepat atau Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19 di Pasar Beringharjo, Jogja, Rabu (03/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
30 Desember 2020 16:47 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, DANUREJAN--Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 296 penambahan kasus positif pada Rabu (30/12/2020). Bantul mendominasi penambahan ini sebanyak 113 kasus. Sementara 338 kasus dinyatakan sembuh dan 11 kasus dilaporkan meninggal.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, berty Murtiningsih, menjelaskan penambahan kasus berdasarkan domisili meliputi Kota Jogja 75 kasus, Bantul 113 kasus, Kulonprogo 27 kasus, Gunungkidul 17 kasus dan Sleman 64 kasus.

BACA JUGA : Sleman Perpanjang Status Tanggap Darurat Covid-19

Dilihat dari riwayatnya, penambahan kasus terdiri dari tracing kasus positif 157 kasus, periksa mandiri 82 kasus, perjalanan luar daerah 2 kasus dan belum ada keterangan 55 kasus. “Berdasarkan pemeriksaan pada 1.195 sampel dari 1.140 orang,” ujarnya.

11 kasus dilaporkan meninggal meliputi Kasus 7.003, Laki laki, 73 tahun, Bantul; Kasus 8.307, Perempuan, 71 tahun, Sleman; Kasus 9.353, Perempuan, 53 tahun, Bantul; Kasus 10.322, Perempuan, 63 tahun,Bantul; Kasus 10.920, Laki laki, 53 tahun, Sleman;

Kemudian Kasus 11.256, Perempuan, 36 tahun, Kulon Progo; Kasus 11.352, Laki laki, 65 tahun, Sleman; Kasus 11.408, Perempuan, 26 tahun, Kota Jogja; Kasus 11.409, Perempuan, 62 tahun, Kota Jogja; Kasus 11.442, Perempuan, 63 tahun, Sleman; Kasus 11.601, Perempuan, 65 tahun, Sleman.

BACA JUGA : Tanggap Darurat Covid-19 DIY Diperpanjang, Tatap Muka 

Adapun kasus sembuh berdasarkan domisili meliputi Kota Jogja 63 kasus, Bantul 78 kasus, Kulonprogo 14 kasus, Gunungkidul 7 kasus dan Sleman 176 kasus. Dengan penambahan ini maka total kasus positif DIY menjadi sebanyak 11.898 kasus.

Rincian total kasus positif DIY meliputi 3.852 kasus aktif, 8.056 kasus sembuhd an 260 kasus meninggal. Sementara penggunaan bed di rumah sakit rujukan untuk kritilkal sebanyak 46 bed, sisa 18 bed. Untuk non kritikal digunakan 507 bed, sisa 70 bed.