Ini Pesan Natal Sri Sultan HB X untuk Warga Jogja

Sri Sultan HB X - Harian Jogja/Lugas Subarkah
04 Januari 2021 19:07 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Merayakan Natal di tengah pandemi Covid-19 menjadi momen untuk merasakan cahaya dari Tuhan. Menurut Gubernur DIY Sri Sultan HB X, adanya pendemi menjadi waktu untuk mengajak umat dalam melihat dan merasakan kehadirat Yesus sebagai sang terang dalam kegelapan. Perayaan Natal tahun 2020 membawa tema Dan Mereka Akan Menamakannya Imanuel.

“Nama Imanuel dan ungkapan Allah bersama kita menandakan bahwa Allah hadir di antara umat kristiani dan bekerja untuk pemulihannya,” kata Sultan HB X dalam sambutan perayaan Natal Virtual bersama Keluarga Besar ASN PNS, TNI, POLRI, BUMN, dan BUMD DIY pada Minggu (3/1/2021).

Perayaan Natal tahun 2020 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Covid-19 yang merebak ini telah merusak berbagai sendi kehidupan manusia. Banyak keluarga berduka karena kehilangan sanak saudara. Banyak pula yang kehilangan pekerjaan dan anak sekolah yang tidak bisa bergaul dengan teman-teman. Belum lagi para umat gelisah karena tidak bisa beribadah seperti biasanya.

“Demikianlah pandangan sebagian umat Islam, Isa Alaihissalam datang membawa kasih ‘Kasihilah seterumu dan doakan yang menganiyayamu,’” kata Sultan HB X. “Muhammad SAW datang membawa rahmat, ‘Rahmatilah yang ada di dunia niscaya yang di langit akan merahmatimu.’”

Dalam sambutannya, Sultan HB X menyatakan bahwa manusia merupakan fokus ajaran kedua sosok tersebut. Dan kedua sosok merupakan penjaga nilai-nilai kemanusiaan. “Bukankah ini satu dari sekian titik temu antara Muhammad dan Al-Masih?” kata Sultan HB X.

Melalui ilustrasi di atas, Sultan HB X memberi pemahaman apabila ada sebagian umat Islam yang tidak ikut merayakan Natal, hal itu semoga masih dalam rangka memelihara aqidah. Kekhawatiran kerancuan pemahaman lebih banyak ditujukan bagi orang yang kabur aqidahnya. “Karena itu, kearifan dibutuhkan dalam rangka interaksi sosial,” kata Sultan HB X.

Dalam menutup sambutannya, Sultan HB X mengutip pesan Natal 2020 dari Sri Paus Fransiskus berbunyi, “Semoga Tuhan melembutkan hati kita yang seringkali keras dan egois, serta membuatkan ruang untuk cinta-Nya. Semoga Dia membawa senyumannya melalui wajah kita untuk semua anak di dunia kepada mereka yang diabaikan dan menderita akibat kekerasan.”

Ketua Umum Hari Besar Keagamaan Kristiani DIY, Biwara Yuswantana menyatakan bahwa perayaan Natal kali ini dikemas sedemikian rupa, yang penting pesan tersampaikan. Walau berada di masa sulit, tapi dia mengajak para umat untuk tetap hikmat dalam merayakan kelahiran pemberi pertolongan.

“Termasuk dalam kondisi seperti ini, Covid-19 bisa menyerang siapa saja, dari kelompok sosial apapun, agama apapun,” kata Biwara. “Hadapi dengan bersyukur dan optimis. Suatu saat akan berakhir.”

Perayaan Natal 2020 telah berlangsung sejak bulan Juni. Ada serangakain acara sampai puncaknya di awal Januari 2021. Beberapa kegiatan seperti pemberian bantuan Alat Pelindung Diri di Rumah Sakit Bathesda dan Panti Rapih. Adapula kunjungan di panti asuhan. “Harapannya, mari, kami mengajak pada umat kristiani, untuk menghayati makna dari Natal ini dalam konteks sekarang,” kata Biwara.

Natal tahun 2020 yang sederhana juga merupakan wujud dari keadaan manusia yang semestinya. Vikaris Episcopalis Kevikepan Yogyakarta Barat, Romo Alphonsus Rodriques Yudono Suwondo, menyatakan bahwa kesederhanaan merupakan watak khas manusia sejak lahir. Sehingga dalam menjalani hidup harusnya juga sederhana, termasuk meninggal juga akan sederhana.

Situasi yang selalu berubah, termasuk dalam pandemi juga membuat semua orang perlu beradaptasi. “Sehingga ketika punya kegembiraan dan syukur, [Natal] tidak harus dirayakan dengan berlebihan, yang penting adalah intinya,” kata Romo Alphonsus.