Sekolah Tatap Muka di Sleman Masih Digelar Terbatas

Ilustrasi. - SOLOPOS/Ratna Puspita Dewi
04 Januari 2021 14:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana mengatakan Januari ini seluruh sekolah diminta menyiapkan segala sarana dan prasarana sebelum menerapkan pembelajaran tatap muka. Meskipun Disdik sudah menyampaikan persiapan tersebut sejak November lalu termasuk meminta persetujuan kepada orang tua.

"Sudah banyak orang tua yang setuju. Ini contohnya,"ujar Ery Senin (4/1/2021).

BACA JUGA : Kasus Covid-19 Melonjak, Pembelajaran Tatap Muka di Kota

Namun demikian, karena perkembangan Covid-19 seperti saat ini tidak menutup kemungkinan orang tua yang sebelumnya setuju kemudian tidak menyetujui. Orang tua masih berhak untuk tidak menyetujui atau membatalkan.

"Dan pembelajaran di Februari nanti sangat terbatas dan hati-hati. Kami evaluasi dalam kurun waktu tertentu, tergantung perkembangan Covid-19," katanya.

Disdik akan menginventarisasi sekolah-sekolah yang siap membuka pembelajaran tatap muka dan mana yang belum siap. Sekolah juga diminta membuat skenario pembelajaran selama tatap muka. Mulai kedatangan siswa hingga mereka pulang.

BACA JUGA : Tanggap Darurat Covid-19 DIY Diperpanjang, Tatap Muka

"Saat ini mereka harus lengkapi sarana dan prasarananya dulu. Yang penting sekolah siap dan intinya persetujuan dari orang tua siswa,"kata Ery.

Proses pembelajaran tatap muka ini, katanya untuk awal tidak dilaksanakan secara full tetapi secara shift dulu. Hari masuknya bisa diselang seling. Yang mengatur jadwal pembelajaran adalah sekolah. Disdik akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Sleman sebelum pembelajaran tatap muka dimulai.

"Jadi untuk awal [masuk] tidak full. Masih campuran [offline/online]. Tidak ada perlakuan khusus di zona merah yang penting ada persetujuan dari orang tua," katanya.

Sebelumnya Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan Pemkab Sleman mengambil kebijakan untuk menggelar sekolah tatap muka pada Senin, 1 Februari 2021. Penerapannya sesuai dengan protokol kesehatan. Saat ini, katanya, sekolah diminta untuk menyiapkan segala sarana dan prasarana penunjang pembelajaran tatap muka.

"Pelaksanaannya serentak, baik untuk SD maupun SMP. Untuk PAUD dan TK masih belum," kata Sri, Senin (4/1/2020).

Skemanya, lanjut Sri, sekolah harus menerapkan Cita Mas Jajar (cuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan jaga jarak). Hal itu menjadi kunci untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

"Tempat duduknya harus berjarak, mencuci tangan dengan sabun dan wajib memakai masker. Jadi sekolah harus memenuhi Cita Mas Jajar itu dulu," katanya.

BACA JUGA : Ini Kata Sultan Soal Kepastian Sekolah Tatap Muka di Jogja

Syaratnya, kata Sri, siswa yang mengikuti sekolah tatap muka harus mendapatkan persetujuan orang tua. Jika orang tua tidak menyetujui, kata Sri, maka sekolah tetap harus memberikan layanan pendidikan secara daring (online).

"Kalau ada orangtua siswa yang tidak setuju, dua orang misalnya, maka sekolah tetap melayani pembelajaran online. Tidak boleh ditinggal. Dari 100 siswa yang setuju dua orang, ya tetap dilayani," kata Sri.